20.2.14

Fermentasi

3 botol susu fermentasi terletak di meja, jendela kaca merekam kerlap kerlip lampu dari gedung-gedung tinggi. Kamar di lantai enam sebagai pusat sunyi, menjadi sosok kecil yang menyelinap dalam luasnya pikiran, kecepatan luar biasa menelan masa lalu. Semua rasi bintang tidak terlihat, kegelapan luar angkasa menyelemuti diri, tertutup raksasa tumpukan batu bata. Aku menutup mata, semesta yang luas mengunjungi irama kehidupan wajah-wajah asing yang kutemui di trotoar, halte, taxi, jembatan tinggi. Bepergian sendiri menelusuri kota yang terbentuk pada jam dua pagi.

Sekarang mungkin adalah waktu yang paling sulit,  ada banyak hari yang mengerikan yang bisa menyulapmu menjadi sakit . Aku mendengar orang-orang berjalan tergesa-gesa, berlari, terhimpit pada keinginan. Pada saat-saat seperti ini aku mengikuti intuisiku yang bekerja. Aku mengikuti waktu yang mengembang. Ketika mengembang seperti lapangan, aku membayangkan pelukan. Aku akan kembali ke tempat-tempat yang baru saja aku datangi, berhenti, menutup mata dan menyadari detik telah berlalu. Dan waktu hanya membuatku disini, terdampar.

Jakarta, 20/2/2014

No comments: