10.2.14

Duyung

Papan nama berwarna merah, bertuliskan warung kecil di jalan duyung, Sanur. Aku mengintip dari balik kaca. Sore mendung, lalu lalang orang berjalan kaki menuju pantai. Aku ingin gerimis segera datang, aku hanya ingin menelusuri jalan kecil sambil menangis dan tak ada orang bertanya kenapa. Aku hanya ingin berjalan sendiri.  Sekarang aku masih duduk disini, memesan air putih, pelayan menyajikannya dengan manis. Ia menyelipkan satu bunga imitasi berwarna merah. Astrud Gilberto menyapaku dari pengeras suara : ...and now leaves me sad, I don't want to deny, don't want to betray.

Warung kecil, Sanur, 12/1/2014

No comments: