5.2.14

Bel

30 jam lebih sekian aku belum tidur, tapi tidak mengantuk. Malah sebaliknya, warna pohon merah di kamarku sangat cerah, foto-foto yang tergantung seperti hidup. Angka-angka berjalan cepat, kata-kata berjejalan pepat. Suara-suara, bisikan-bisikan membuka sejarah tubuhku. Aku tak lagi mengenal waktu, aku sadar penuh dengan apa yang kurasakan. Seperti ada bel keras yang berbunyi tepat di dekat telingaku, menelusuri pikiran-pikiran yang berdesakan. Mood berputar lebih cepat, secara pasti aku bisa mengenal perpindahan dari suasana terang hingga gelap. Ia melahapku, mendorongku pada dasar yang tak asing bagiku, pada dasar segalanya. Mengembang tak beraturan, pikiran-seperti balon-balon yang siap diletuskan dengan jarum-jarum kecil. Aku tahu, penyakitku lenyap, jika aku lenyap. Begitu.

Antasura, 5-2-2014

No comments: