20.2.14

Fermentasi

3 botol susu fermentasi terletak di meja, jendela kaca merekam kerlap kerlip lampu dari gedung-gedung tinggi. Kamar di lantai enam sebagai pusat sunyi, menjadi sosok kecil yang menyelinap dalam luasnya pikiran, kecepatan luar biasa menelan masa lalu. Semua rasi bintang tidak terlihat, kegelapan luar angkasa menyelemuti diri, tertutup raksasa tumpukan batu bata. Aku menutup mata, semesta yang luas mengunjungi irama kehidupan wajah-wajah asing yang kutemui di trotoar, halte, taxi, jembatan tinggi. Bepergian sendiri menelusuri kota yang terbentuk pada jam dua pagi.

Sekarang mungkin adalah waktu yang paling sulit,  ada banyak hari yang mengerikan yang bisa menyulapmu menjadi sakit . Aku mendengar orang-orang berjalan tergesa-gesa, berlari, terhimpit pada keinginan. Pada saat-saat seperti ini aku mengikuti intuisiku yang bekerja. Aku mengikuti waktu yang mengembang. Ketika mengembang seperti lapangan, aku membayangkan pelukan. Aku akan kembali ke tempat-tempat yang baru saja aku datangi, berhenti, menutup mata dan menyadari detik telah berlalu. Dan waktu hanya membuatku disini, terdampar.

Jakarta, 20/2/2014

Kitchen



 

For waving good-bye, I thank you よしもと ばなな

10.2.14

Duyung

Papan nama berwarna merah, bertuliskan warung kecil di jalan duyung, Sanur. Aku mengintip dari balik kaca. Sore mendung, lalu lalang orang berjalan kaki menuju pantai. Aku ingin gerimis segera datang, aku hanya ingin menelusuri jalan kecil sambil menangis dan tak ada orang bertanya kenapa. Aku hanya ingin berjalan sendiri.  Sekarang aku masih duduk disini, memesan air putih, pelayan menyajikannya dengan manis. Ia menyelipkan satu bunga imitasi berwarna merah. Astrud Gilberto menyapaku dari pengeras suara : ...and now leaves me sad, I don't want to deny, don't want to betray.

Warung kecil, Sanur, 12/1/2014

Hafiz Maulana

Hari ini mawar merahku kering, aku menyalakan lilin, kuatkan batin. Semoga sembuh, semoga sembuh, semoga sembuh. Semoga semua makhluk bebas dari marabahaya. Semoga semua makhluk bebas dari penderitaan batin. Semoga semua makhluk bebas dari penderitaan jasmani. Semoga semua makhluk menjaga diri dengan bahagia. Semoga semua makhluk berbahagia. Semoga sembuh, semoga sembuh, semoga sembuh. Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih.

Antasura, 10-2-2014

5.2.14

Bel

30 jam lebih sekian aku belum tidur, tapi tidak mengantuk. Malah sebaliknya, warna pohon merah di kamarku sangat cerah, foto-foto yang tergantung seperti hidup. Angka-angka berjalan cepat, kata-kata berjejalan pepat. Suara-suara, bisikan-bisikan membuka sejarah tubuhku. Aku tak lagi mengenal waktu, aku sadar penuh dengan apa yang kurasakan. Seperti ada bel keras yang berbunyi tepat di dekat telingaku, menelusuri pikiran-pikiran yang berdesakan. Mood berputar lebih cepat, secara pasti aku bisa mengenal perpindahan dari suasana terang hingga gelap. Ia melahapku, mendorongku pada dasar yang tak asing bagiku, pada dasar segalanya. Mengembang tak beraturan, pikiran-seperti balon-balon yang siap diletuskan dengan jarum-jarum kecil. Aku tahu, penyakitku lenyap, jika aku lenyap. Begitu.

Antasura, 5-2-2014

Kancing Baju

Gaun merah muda aku ambil dari kotak baju, gaun aroma pegunungan dan rumah candu. Sudah sekian bulan gaun ini mengendap di dasar paling bawah kotak penyimpanan. Tiga kancingnya hilang, sejarah masih terkenang. Aku membuka toples kesayangan berisi jarum, benang dan koleksi kancing baju. Kujahit pelan-pelan, warna merahnya melahap kelu. Aku tak mau menghindari lubang-lubang duka memori, aku masuk kedalamnya sendiri. Tiga kancing telah terpasang, aku siap mengenakan gaun merah muda rasa dahulu.

Antasura, 5-2-2014

4.2.14

333

Aku terbangun pada jam 3.33 pagi, setelah itu tidak bisa tidur lagi.  Tergesa-gesa, temanku menelpon meminta untuk segera bertemu, tapi aku lapar. Maka jawaban adalah membuat minuman sereal. Ketika menengok jam tangan, aku di kejutkan pada angka 3.33 sore hari.

Mobil putih tiba-tiba melesat cepat menuju jalan raya, dengan secepat kilat kuinjak rem motorku, kalah cepat sedikit, mungkin ada lain cerita. Aku menepi dan tersadar plat nomor mobil itu  adalah DK 333 sekian.

Aku membaca cerita tentang Francesca Woodman, ia memutuskan bunuh diri pada usia 22 tahun, setelah selesai  membaca artikel itu, lagi-lagi dikejutkan pada kanal online yang memuat cerita Francesca Woodman yang ternyata menampung 333 catatan.

Aku menyadari alur nafasku, mengucapkan salam untuk malaikat-malaikat penjagaku, kuatkanlah batinku, sekecil apapun kebaikan akan kulakukan dengan senang hati. Terima kasih untuk diingatkan, semoga semua makhluk berbahagia.


Antasura, 4-2-2014


Altar


1. Ayahku menelpon

+ Mimpi buruk berasal dari pikiranmu
-  Mungkin begitu
+ Berdoa yang baik
- Iya, pasti

2. Pesan dari temanku

+ Kamu tidak bisa dihubungi
- Maaf, tadi aku pingsan di kos
+ Heh? kok bisa?
- Mungkin kecapekan
+ Jaga kesehatan, rajin berdoa, jangan begadang
- Iya. terima kasih

3. Pesan dari bisikan-bisikan

Diam

4. Hujan deras

Altarku sudah lama tidak kubersihkan, aku menerobos hujan menuju toko bunga. Aku memilih dua mawar merah.

+ Mawarnya untuk siapa dek?
-  Hadiah untuk saya
+ (Tersenyum) adek pembeli terakhir, toko mau tutup.
- Terima kasih

Aku pulang, jalanan basah, hujan resah. Terima kasih, terima kasih, terima kasih. 

Antasura, 3-2-2014