20.8.13

Distraksi

Ada yang tertinggal di ingatanku sore ini, episode ke-delapan dalam kotak closet jam menghantarkan tubuhku pada dongeng iggy pop. Aku mulai menyandarkan diri pada kursi kayu, sendiri. Kamu tidak ada, kamu sedang mencari jalan ke gereja. Kota asing ini mulai menabrak memoriku dengan banyak rintangan, tentang ocehan keju setiap pagi, invasi semut merah yang diam-diam memasuki kamarku, ada semacam energi berat yang mulai menabrak partikel-partikel kerapian kamarku. Aku tak bisa bertahan lama disitu. Malam itu seekor burung menabrak pintu kamarku, pertanda yang tak lagi mau aku analisa lagi, begitu.

Setumpuk kartu pos yang belum sempat aku kirim ke kantor pos, beberapa nota yang menyisakan tangis, remah-remah coklat yang tertinggal di lantai kamarku.Film-film yang berputar pada dinding kamar, pikiran subur akan kenangan yang tak mau hilang. Dia yang terbaca pada karma, lalu lalang yang berdatangan meninju hentakan-hentakan rima di pikiran. Nietzsche bunuh diri pada labirinnya sendiri, sebuah pesan dari mesin waktu yang mulai menghajar keberanianku.

Kota asing tertimbun benalu, membiarkan tumbuh liar pada hal-hal yang tak bisa terbaca pada episode akhirnya. Melewati jalan-jalan yang tidur, aku datang tanpa ketakutan, menyambut liar ketukan jantungku.

Denpasar, 20 Agustus 2013

No comments: