12.2.13

TUTARE #21

Toko roti di sudut kota, dinding yang tak lagi bersih menyisakan angka dan huruf yang terbalik. Kakekku mengetuk pintu, ia menoleh kepadaku, memberikan sekotak permen rasa rindu. Ia membangkitkan suara pada meja yang terhidangkan toples-toples cookies berukuran besar, Ontbitjkoek, speculaas , es krim vanilla dan sejarah panjang yang tak mau dihentikan dalam pikiran. Piano terletak di dekat pojok, di dekat foto hitam putih wajah senja yang senyumnya menusuk jantungku. Toko roti sudut kota seperti ledakan tiba-tiba, menghardik rumahku.

3 februari 2013

No comments: