12.2.13

TUTARE #20


Pagi itu aku memutuskan untuk memberi nyawa pada pemutar kasetku. Aku seperti melewati jalan yang panjang, terbaca pada pita suara hitam. Aku seperti melewati pintu-pintu Yoko Ono bercampur dengan dongeng Pak ogah dan nyanyian Melissa semut-semut kecil. Aku mengintip ruangan yang lama aku tinggalkan. Tidak, aku tidak melarikan diri, Tentu saja tidak. Terbawa dengan langkah kaki kecil yang mencoba mengajakku  membuat nafas buatan. Pita hitam, sebuah kenangan yang berhasil membuat sekarat hariku. Tergeletak pada perjamuan tumpukan kotak-kotak lucu, komedi miris berisi ramuan lirik-lirik debu. Susu putih di meja berdampingan manis dengan pemutar kaset pembangkit miris. Memang kadang manis dan miris itu beda tipis.

2 februari 2013

No comments: