17.1.13

TUTARE #4

Selibat, itu yang ada di pikiranku. Aku seperti melihat lonceng yang mati, tak ada satu pun yang membunyikan itu. Aku teringat gereja tua abu bakar ali. Aku duduk sendirian diluar, aku menunggu kabar yang siap aku loncatkan di hari itu. Tak ada senyuman apapun. Di depanku perempuan dan remaja putri sedang menyalakan lilin- lilin di depan altar. Aku tertembak pada air mata yang pelan menelanjangi pikiranku. Kota penuh romansa menjadi peluru, ia siap  jatuh pada hati yang abu.

Kenapa kamu disini?

Aku menunggu mati.


Denpasar, 17 januari 2012

No comments: