30.1.13

TUTARE #17

Mengapa terbungkam dengan sesuatu yang belum terpecahkan? Aku ingin melewati keraguan bersamamu dengan kepalan rindu. Aku tak tahan dengan kutukan yang mengatakan bahwa tak ada lagi jawaban-jawaban keraguan atas keputusan yang kita buat. Siapa kamu? berani melawan rindu sendirian.  Apa yang kamu takutkan sekarang? kesialan yang berulang karena sumpah serapahmu? .  Aku diam-diam melewati banyak kekeliruan dan aku menganggap itu hal yang normal, dalam kamusku. Siapa yang akan kamu tentang sekarang?  siapa lagi? kamu disini sekarang sendiri, tak ada yang menemani, apakah kamu bisa menggali kuburanmu sendiri?

Denpasar, 30 januari 2013

TUTARE #16


Tumpukan sepatu di rak bisu melewati  jalan-jalan ketakutan dan keraguan. Telepon mati, menyusupi tali-tali sepatu. Sejarah terbuka pada pintu pertama. Duduk di kursi panjang sendiri, melewati sejarah perbincangan pada jejak waktu. Aku ingin bersembunyi pada warna-warni sepatu yang bersemayam tenang pada rak kayu. Karena begitu yang aku tahu, sejarah telah menamparku dengan rasa manis dan terendap pada haru debu, pada sepatumu.

Denpasar, 29 januari 2013

28.1.13

TUTARE #15

Lonceng berbunyi dari gereja samping rumahku . Aku duduk di dekat jendela, tidak menanti siapapun juga. Semut-semut kecil merayap di lantai, ada pesta kecil disana. Apakah semut itu tidak kelelahan karena jalan mondar-mandir? Ada dunia yang seru sekali di lantai, di dekat kakiku. Tapi aku seperti tercekik, semut-semut dan hadirin datang semakin banyak. Aku takut memindahkan kaki, aku takut menginjak hati. Aku biarkan saja semut-semut lalu lalang melewati kaki, ada perih menjalar menjadi sakit, dari hati.

Denpasar, 28 januari 2013

TUTARE #14

Aku terjebak pada hal-hal yang bias, tapi itu jangan-jangan kemauanku. Lalu apa mau kamu?
Sesungguhya ada detik yang terus berlanjut di kepala, kenapa kamu menahannya?
Seperti keinginan-keinginan ini yang tak bisa kamu lempar seenaknya, seperti ada batasan norma yang masih terngiang di kepala. Apa ketakutanmu? Kitab sucimu? kenapa kamu ingin berlari?
Adakah sesuatu yang menahanmu?

Dan pisau dapur malam ini terlihat lucu,


Denpasar, 27 januari 2013

TUTARE #13


Sepatu merah yang tertinggal di depan pintu, mengingatkanku tentang ketakutan yang berkepanjangan. Aku mulai mencoba menerka seperti membuka rumus matematika. Ada sesuatu yang menjalar pelan di lingkaran sejarah yang berulang. Sepatu merah di depan pintu seperti berpidato, dan aku mendengar orang bertepuk tangan keras, menyetujui kesepian-kesepian yang panjang, pada sepatu merah dan hilangnya kamu.


Denpasar, 26 januari 2013

25.1.13

TUTARE #12

Aku teringat email lama, aku tersenyum sendiri, duduk di depan komputer kerja. Teringat sekali, aku membuat email itu 10 tahun yang lalu, sebuah nama di awal adalah ide dari pacarku waktu dulu.  Masa lalu masa ranum tanpa ketakutan apapun. Kabarnya ia sekarang berada di belahan dunia lain, mengembangkan jantung. Ah, itu pesan terakhir yang aku terima dari dia. Kubuka pelan dengan kunci pasti yang ternyata masih aku ingat . Ingatan ini sungguh luar biasa. Sungguh menggelikan. Seperti memasuki rumah tua, kotor di sana sini dan ribuan sampah yang aku diamkan saja. Pelan-pelan kumasuki kotak terpilih, kotak senang hati, sebuah kotak favorit yang dulu sering aku baca berulang kali. Ya, itu dulu. Seperti memasuki mesin waktu, mengulang jejak sejarah rindu. Ah, ya itu dulu.
Ada sesuatu yang membuatku untuk tidak segera keluar dari rumah itu. Iya, Tomoko Mukaiyama mencoba membelah pikiranku dengan warna-warna monokrom dan sepatu. Ah ini seperti mimpiku tadi malam, jangan-jangan freud datang tanpa undangan. Ia seperti kekasih lama yang menjelma dalam sekotak sejarah surat masa lalu.

Denpasar, 25 januari 2013

TUTARE #11


546219487954674221659784521326546526124612642162646458948498957897821213523152115496446489459810591051050150150150151510591090922256206539769078900000218904-9610361641642146262416421626523565690558191281291821928918291821819281928192819581591821821827121727282712381728127132898273892789272902809064587594706276427497457954646546754576464234264246565646363532656587950505021020200913151656152  aku tak nyata


Denpasar, 24 januari 2013

23.1.13

TUTARE #10

Kita di atas ranjang kecil, kamu memainkan gitar, aku menulis di buku harian. Aku mendengar irama yang kamu mainkan, aku menulis kenangan. Sesekali kita berpandangan, lalu diam, lalu hanyut dan tenang.

Hey
ya?
Jika kamu diminta untuk memilih salah satu untuk dibuat lagu, kamu pilih mana, cicak, perempuan atau agama?
Cicak
Kenapa cicak?
Biar bisa dimakan
emang enak?
Iya, bisa buat pepes
kamu pernah makan?
belum hahaha
hahaha


Denpasar, 23 januari 2013

22.1.13

TUTARE #9


Siapa yang akan kamu ajak ke gereja sore ini?

tidak ada

Sendirian?

ya sendiri

Aku melepaskan kaca mataku, menaruhnya di dekat jendela. tak ada kaca mata kedua. walau agak buram dan pening aku masuk ke dalam beberapa gambar-gambar yang mulai kabur. Tapi aku merasakan kamu di dekatku. Tak ada perbincangan lagi setelah dua pertanyaan di dekat pintu. Hanya mata yang mampu menggali hati kita, aku tak mau pergi dari sini, tak mau lagi. Kamu mendekati meja, mengambil alkitab, berjalan sendiri, meninggalkan rumah. Aku melihatmu dari belakang, aku melihatmu senang.

Denpasar, 22 januari 2013

21.1.13

TUTARE #8


Aku mimpi buruk tadi malam, kamu tidak datang. Aku membuka lemari buku, mencari sesuatu. Satu persatu aku mengeluarkan beberapa buku, sambil menunggu kamu. Tanganku perlahan memindahkan beberapa catatan ke dalam tumpukan ingatan. Jangan-jangan  kamu memang sedang dalam perjalanan menuju kesini, jangan-jangan kamu sedang menyelesaikan beberapa pekerjaan hari ini , jangan-jangan kamu berada di pinggir pantai sendirian, jangan -jangan perkiraan ini semuanya salah besar.

Aku menyerah, buku yang aku cari tak  ada di lemari.  Entah ada energi apa yang menggerakkanku untuk segera ke dapur. Aku ingin membuat kopi , aku ingin membuat hati. Ah, ini kejutan jantungku mengembang karena mataku tertuju pada  sebuah buku, Anna Karenina, buku yang dari tadi aku cari ternyata tergeletak manis di meja,  di dekat keluarga kopi, teh dan berbagai macam rasa minuman lainnya. Kadang, jika kita tidak mencari, jawaban itu muncul sendiri.

Aku memeluk buku itu, aku memeluk kamu.


Denpasar, 21 Januari 2013

TUTARE #7

Apakah kau mengerti tentang ketakutan-ketakutan? Aku berada di kursi yang sama, satu cangkir di meja aku pandangi sampai dingin. Seperti aku terlempar dalam kenangan yang mulai membuatku mual. Cibo Matto sugar water mengalun dari radio, kejutan apa lagi ini ?

Aku tercekik karena memori.

Denpasar, 20 januari 2013

19.1.13

TUTARE #6


Aku tidak mau membuka pintu, sudah 12 jam lebih di kamar ini. Yang ada di telingaku seperti suara pesawat udara yang siap menabrak kenangan yang tersimpan dalam kotak hitam memori. Ruangan ini menjadi terang, dengan sedikit harapan yang tergerak pada jam dinding yang sebentar lagi menjadi batu. Ruangan ini adalah pulau, yang berisi ketukan-ketukan dan seribu tinju yang melesat cepat bagai cahaya. Aku terlelap dalam buku yang berisi angka-angka yang menamparku untuk terbangun di sebuah kotak. Kamu menyebutnya penjara, aku menyebutnya kesenangan dalam frekuensi yang datar, kesenangan maksimal yang luar biasa. Di ruang kamar monoton yang membuatku ingin segera masuk ke dalam, kedalam sana lebih dalam lagi, lebih maksimal.

Denpasar, 19 januari 2013

18.1.13

TUTARE #5

Aku memutuskan untuk meninggalkan rumah, menuju tempat yang belum aku ketahui sebelumnya.


Denpasar, 18 januari 2013

17.1.13

TUTARE #4

Selibat, itu yang ada di pikiranku. Aku seperti melihat lonceng yang mati, tak ada satu pun yang membunyikan itu. Aku teringat gereja tua abu bakar ali. Aku duduk sendirian diluar, aku menunggu kabar yang siap aku loncatkan di hari itu. Tak ada senyuman apapun. Di depanku perempuan dan remaja putri sedang menyalakan lilin- lilin di depan altar. Aku tertembak pada air mata yang pelan menelanjangi pikiranku. Kota penuh romansa menjadi peluru, ia siap  jatuh pada hati yang abu.

Kenapa kamu disini?

Aku menunggu mati.


Denpasar, 17 januari 2012

16.1.13

TUTARE #3


Jadi kamu bisa baca Qur'an ?

Ya, bisa

Lancar?

Ya begitulah

Serius?

Iya, tapi sekarang aku memilih jalur lain

Apa ?

Aku memilih Buddha


Lalu kami terdiam, aku melihat gambar cicak di tangannya. Aku mendengar handphone berbunyi.Dan keputusan besar adalah aku mendiamkan bunyi tersebut dan luruh dalam pertanyaan dia berikutnya.

Dulu kamu rangking berapa ?

Maksudmu?

Ya, dari  SD sampai SMA ?

Oh, rangking 1,2,3 di seputar itu, kamu?

Ya, 2,3,4,5 di seputar itu

Tapi mengejar rangking itu tidak penting

penting !

Rangking, angka-angka bukan hal utama

Ah ya, kami tertawa dengan pertanyaan-pertanyaan spontanitas yang mengembang di kepala. Diluar hujan,  terbaca kerinduan.

Denpasar, 16 Januari 2013

15.1.13

TUTARE #2

Dan mata itu berjalan-jalan bebas di pikiranku. Ranjang yang sepi, cermin sebesar tv pun tidak mati. Satu cangkir teh yang dingin dan beberapa catatan tertumpuk tak beraturan di meja. Kamu terbaring, aku duduk disampingmu.

Hey

Ya?

Lalu tak ada perbincangan selanjutnya, yang terdengar adalah derit pintu karena angin yang riuh malam itu, jendela kaca yang tidak sempurna tertutup, karena kamu menginginkan begitu. Kamu melihat atap bisu, aku pun mulai begitu. Ada banyak sesuatu diatas sana, pikiran terpindahkan kesana, seperti ada kabel kecil yang mentransfer kitab suci berisi norma-norma, reinkarnasi, film kartun, rempah-rempah, black box, gemini, kartu pos dan hujan keresahan. Ada kaleidoskop yang tertinggal di mata itu. Dan satu pertanyaan dari mesin waktu untuk kamu.

11 tahun lagi kamu dimana?

Mexico

Denpasar, 15 januari 2013

14.1.13

TUTARE #1

Aku melewati pandangan jauh keluar jendela, yang tertangkap di luar sana seperti terbaca, aku ingin melepaskanmu, sendiri, tanpa ada tekanan. Jalan-jalan yang terbayang dalam kepala adalah genangan air yang terisi nostalgia yang panjang dan tak tenang. Siapa yang akan mengawini janji ? padahal aku sendiri tak mau terdekap dengan hitungan-hitungan angka jarak , yang telah pasti terbaca pada kalkulator. Aku terbiasa sesuatu yang tak manis,tak tahu lagi rasanya menangis. Dapur yang sepi hari ini, hanya ada aku dan gelas terisi air putih, kami  melewati perbincangan panjang. Kau tahu? ini adalah detik yang luar biasa, sebelum aku benar-benar sadar. Tak ada keinginan untuk melekat denganmu, tak ada. Au revoir simone menamparku dengan knight of wands, aku tak bersembunyi lagi darimu, dari kemelakatan apapun.

Denpasar, 14 januari 2013

8.1.13

The Beginning

Beginnings are always hard. The beginning of a break up, the beginning of a relationship, the beginning of a fight, the beginning of the make-up. Everything is a beginning and they are always challenging. They’re scary and full of mystery and you start to doubt yourself and your decisions. Irrationality takes over and you demand sure answers. There’s no such thing as sure answers, everything in life is an adventure. I know its hard now, but you’ll get through it. Just stick it out a little longer and everything will fall into place.