7.12.12

Alliah

Jam tiga pagi aku terbangun di kamar Alliah di ubud. Ia disampingku bangun , ia seperti terkagetkan sesuatu. Pagi itu aku seperti tak percaya, Alliah temanku akan segera meninggalkan ubud, ia memutuskan pindah ke bogor. Mendekati jam 4 pagi, ia berpesan akan meditasi, jika handphonenya berbunyi, ia memintaku untuk menjawab. Aku duduk di tempat tidur, benar saja handphonenya berbunyi, tapi nada sms. Aku hanya melihat saja, tak berani membuka. Beberapa saat setelah itu, al selesai meditasi, lalu ia bilang, taxi sudah menunggu di depan. Aku membawakan tas bergambar bali, Al membawa koper dan satu tas backpack. Kami keluar dari kamar, kami terdiam. Sebenarnya aku ingin sekali mengantar dia ke bandara, tetapi kondisi badanku sedang tidak sehat.

Aku memberikan tas ke pak sopir taxi, pak wayan. Setelah beres memasukkan tas ke bagasi. Aku dan al berpelukan, lama sekali. Ia berulangkali memberikan semangat, aku tak ingin menangis di depannya. Aku melihat taxi sampai menghilang dari jalan bhisma. Berjalan pelan aku kembali ke kos alliah, aku masuk kamar kecil itu lagi, kamar kosong tidak ada barang-barang apapun, rasanya seperti balon-balon udara menjadi besar dan menabrak dada. Aku menangis sampai pagi di kamar itu. Handphoneku berbunyi, aku segera kembali ke denpasar, perjalanan dengan motor menuju denpasar pagi ini rasanya lama sekali, memori datang menyerang cepat sekali. Rasanya seperti balon-balon udara menjadi besar, menabrak dada, dan aku jatuh dibawah sana sampai dasar.

No comments: