16.11.12

Kesedihan

Perjalanan menuju vihara, di depanku ada keluarga muda naik motor, si perempuan menggendong bayi, wajah bayi menghadap ke belakang. Mataku mengembara jauh ke dalam dunia si bayi itu, ia melihatku lama sekali, semakin dalam jauh kesana. Aku tak mampu melihat mata itu, aku sedih sekali, entah kenapa. Ketika berhenti di perempatan , lampu merah menyala, aku berhenti . Mataku dan mata si bayi bertatapan lagi, terbaca rentetan peristiwa yang patah, tiba-tiba si bayi menangis. Aku melaju, dan mataku tergenang rentetan peristiwa  patah berkali-kali.

No comments: