22.10.12

Jagapati

Sesuatu menjalar hebat di pikiranku,  tentang kekesalan dan mengerikan di kepalaku. Pagi ini setelah dari ubud, jalan jagapati seperti mesin waktu yang menyeretku lambat, memori bergerak cepat. Aku berliku, aku tak tahan menahan tangisku. Entah kenapa setiap aku melewati jalan jagapati, aku mudah sekali iritasi, timbunan patah hati muncul kembali. Seperti ada energi besar yang mendorongku untuk merasakan ngelu yang membekas di jagapati. Sudah lama aku tidak merasakan patah seperti ini, dan jalan jagapati berhasil meleburku dalam melankolia. Selamat pagi, jagapati :(


No comments: