30.10.12

Restart

Ubud pagi ini hujan deras, tetapi pagi ini  saya harus ke denpasar, ada yang mengganjal di perjalanan, perasaan tidak enak, benar saja setalah saya cek ternyata ban belakang motor bocor. Kemudian saya membawa motor ke bengkel, saya teringat tadi malam saya tidak jadi ke atm, padahal uang di dompet tinggal Rp. 6000. Saya minta ijin ke pak bengkel untuk ke atm untuk mengambil uang. Saya jalan kaki dengan ada perasaan kelu sendiri. Akhirnya saya menemukan atm mandiri, saya buka dompet,saya terkejut,  ternyata atm mandiri saya tertinggal di kos. Bingung sekali, saya keluarkan semua barang-barang di tas, ah lega rasanya ternyata saya bawa juga satu atm lain, atm bca. Lalu saya jalan kaki menuju atm bca, letaknya tidak terlalu jauh dengan atm sebelumnya. Entah kenapa, pikiran saya menjadi semakin lambat, tetapi lalu lintas pikiran sangat padat, berjejalan, pikiran-pikiran saling berebut untuk dikeluarkan. Saya  di depan kotak atm, mengantri , lama sekali. Lega rasanya, setelah mendapat giliran masuk ke kotak atm. Saya masukkan kartu dan memencet no pin, beberapa detik kemudian, di monitor terbaca bahwa pin yang saya masukkan salah, lalu saya mencoba lagi memasukkan no pin lagi, ternyata salah lagi. Pikiran-pikiran menjalar hebat, beberapa orang mengantri belakang saya dan saya berusaha keras mengingat no pin atm. Entah kenapa, tiba-iba pikiran macet, saya tidak bisa mengingat persis no pin atm saya. Akhirnya saya keluar dari ruang pengambilan atm, saya jadi bengong sendiri, pikiran saya menjalar hebat menuju vihara mendut 3 tahun yang lalu, saya teringat ada salah satu pemeditasi bilang di sebuah forum diskusi "ketika kau sampai lupa no pin atm, tubuhmu butuh restart". Saya jalan kaki dan menangis sendiri, saya bergumam berkali-kali , " Ya saya butuh Restart, Restart, Restart !!! Saya butuh istirahat. Di jalan, saya telpon seorang teman untuk membantu saya, ia meminjami uang Rp 10.000. Lalu saya kembali ke bengkel, bertanya ke pak bengkel . biaya untuk tambal ban adalah Rp 16.000 . Saya mengambil uang sisa di dompet Rp 6000,- dan menggabungkan uang pinjaman teman saya Rp 10.000. Saya memberikan uang tersebut ke pak bengkel dan ucapan terima kasih yang hangat untuknya. Hari ini ubud hujan deras, di perjalanan menuju Denpasar, pikiran saya menjadi sangat cepat dan padat, saya kewalahan untuk mencernanya. Sampai sekarang, saya tidak bisa mengingat secara pasti berapa no pin atm saya, saya pun tidak menuliskannya di buku atau semacam catatan harian. Solusinya, besok saya harus ke bank untuk mengurus sandi rahasia yang memusingkan kepala. Semesta, saya butuh Restart, saya ingin sekali berhenti bekerja, saya ingin kembali pulang, tinggal di vihara sebulan, saya ingin tidak bekerja selama 3 bulan, beristirahat, saya sangat takut sekali, pikiran menjadi semakin mengkhawatirkan, menjadi seorang bipolar disorder memang sungguh berat, saya mudah iritasi, saya ingin pulang segera, saya ingin istirahat, saya butuh restart.

Gatsu, Denpasar, 30 Oktober 2012

22.10.12

Psikadelia Lokananta

Ini adalah semacam oleh-oleh yang masih mengendap di pikiran, kemarin seorang teman bernama oxal mengirimkan foto ini kepada saya . Harta karun melimpah berupa piringan hitam dalam sebuah ruangan bernama lokananta, perusahaan rekaman di kota kecil, Solo. Sebuah tempat yang sangat menakjubkan, sungguh sayang, tempat ini kurang sekali diperhatikan oleh pemerintah, sehingga perawatan harta karun di lokananta ini juga seadanya saja. Psikadelia lokananta dan berbagai kejutan di dalamnya membuat saya untuk segera kembali ke sana. Semoga ada kabar baik untuk lokananta :)

Jagapati

Sesuatu menjalar hebat di pikiranku,  tentang kekesalan dan mengerikan di kepalaku. Pagi ini setelah dari ubud, jalan jagapati seperti mesin waktu yang menyeretku lambat, memori bergerak cepat. Aku berliku, aku tak tahan menahan tangisku. Entah kenapa setiap aku melewati jalan jagapati, aku mudah sekali iritasi, timbunan patah hati muncul kembali. Seperti ada energi besar yang mendorongku untuk merasakan ngelu yang membekas di jagapati. Sudah lama aku tidak merasakan patah seperti ini, dan jalan jagapati berhasil meleburku dalam melankolia. Selamat pagi, jagapati :(


20.10.12

Menunggu malaikat mengirimkan yogurt


Kupit


Hari itu tertanggal 21 Agustus 2012, di sebuah warung di Sanur, Bali, acara minggu sore santai bersama teman-teman, seorang teman memanggil saya, ia bilang akan mengenalkan saya ke seseorang. Lalu saya menyudahi perbincangan dengan seorang teman. Saya menghampirinya, teman saya menunjuk seorang lelaki disampingnya, ia tersenyum mengulurkan tangan,
Dia     :  halo saya kupit
Saya   : saya tria
Dia     : Jadi kamu penyiar ?
Saya   : Ya bisa begitu,
Dia     : Darimana?
Saya   : Solo
Dia     : Oh Solo, ya ya ya, waktu itu  saya pernah ke solo, saya bantu-bantu teman saya si wukir
Saya   : Wukir ? seniman gila dia,  langka
Dia     : hahaha iya, gila! denger lagunya?
Saya   :  Udah nonton performnya, saya donlod lagunya di yesnowave.com

Seseorang memanggil nama saya, dan saya tersadar ada seorang teman yang datang. Kemudian saya bilang ke kupit, "bentar ya, saya mau bertemu dengan teman saya itu dulu" . Kupit pun hanya mengangguk dan tersenyum. Saya bertemu dengan seorang teman lagi, berbincang kesana kemari. Warung yayaa pada hari itu ada acara, jadi memang ramai. Setelah menyapa teman saya tadi, saya duduk di kursi, di depan saya ada meja besar dikelilingi kursi-kursi , entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba kursi-kursi tersebut penuh terisi oleh teman-teman saya, dan di depan saya tepat, duduk seorang lelaki yang baru saya kenal, kupit namanya. Perbincangan pun mengalir menjadi kesana kesitu, begini, dan begitu. Ia meletakkan handphonenya di meja, hanphone Nokia N 70, dengan keypad yang hurufnya sudah tak terlihat dan beberapa hilang. Saya bertanya ke dia tentang handphonenya, entah kenapa malam itu saya yakin ada cerita unik di sebuah alat telekomunikasi Nokia N70 itu. Kupit memiliki handphone tersebut sejak dari SMA, handphone itu pernah hilang ketika ia sedang ada acara kemah. Setelah kejadian itu ia berencana akan membeli handphone baru, tetapi alangkah kagetnya, ketika ia dikabari bahwa handpone kesayangannya ditemukan. Ia pun masih menggunakannya sampai sekarang, walaupun bentuknya sudah butut. Oh,ya.. Kupit juga cerita, sebelumnya ia mempunyai handpone jadul, waktu ada acara penyucian diri di laut, handphone itu ia letakkan di saku bajunya, ketika lagi menunduk, handphone-nya jatuh bertepatan dengan ombak datang, ikhlas aja deh..

Saya suka sekali dengan cara dia bercerita, apa adanya dan menyenangkan. Terkejutnya lagi, ketika ia bercerita tentang kuliahnya di jurusan komputer di salah satu perguruan tinggi di Bali, ia bilang sebenarnya tidak terlalu enjoy kuliah disitu, kupit mengerjakan tugas akhir dengan dibantu salah satu teman. Nah, ketika sidang tugas akhir, ia mengaku sulit sekali menjelaskan tugas akhirnya, ia ditanya dosennya, "apa yang kamu bisa? ". Dengan lantang ia menjawab, "Saya bisa menyanyi". Di ruang sidang, kupit menyanyi hampir selama 1 jam lebih, dan hasil sidang tugas akhir tersebut, ia dinyatakan lulus. Ya begitu, di akhir bercerita, ia tertawa, dan saya pun tertawa. Yang saya ingat, itulah perbincangan terakhir di hari pertama kami berkenalan. Ia kemudian berpamitan, ah semesta memang mengejutkan, ternyata rumah dia dekat sekali dengan kantor saya sekarang, ia bilang akan mampir ke kantor jika ada waktu.

Benar saja, beberapa hari setelah hari itu, ia ke kantor memberikan satu cd dari bandnya "Nosstress", kami berbincang sebentar, dan diakhiri dengan penuh tawa, ya ia memang sangat menyenangkan.

Sore santai di minggu ketiga bulan oktober tahun ini, terjadilah obrolan dengan menggunakan jasa satelit,

Saya : Hi, lagi sibuk ?
Dia   : Hei tria, aku lagi sibuk mencari kebenaran

Dan kami pun tertawa :)