22.5.12

Perayaan May Day ala Tika & The Dissidents


photo courtesy of tika & the dissidents

Hari Buruh Internasional diperingati 1 Mei, dimanfaatkan kaum buruh sebagai momentum untuk kembali memperjuangkan hak-hak buruh yang selama ini terabaikan. Kaum buruh telah bulat bertekad melawan kekuasaan kapital .Kepada kaum pekerjalah (atau buruh), tragedi lahir dan hadir, perbudakan  sudah seusia gunung masih saja menggelisahkan.  Bagaimanakah Tika & The Dissidents menanggapi persoalan ini, simak perbincangan panas kontributor Mave Magz, Tria Nin dengan para pembangkang ini :

1.    Halo Tika & the dissidents, adakah project  yang sedang kalian kerjakan sekarang ? 

Saat ini sedang bergerak lambat menggarap materi-materi untuk album ke tiga.

2.  Bisa digambarkan bagaimana ceritanya Tika & The dissidents membuat lagu May Day  ?

Lagu itu dibuat tahun 2008, saat jamming di studio. Saat itu masih bersama Iman Fattah, kami sedang latihan untuk sebuah gig. Sudah selesai latihan, anak-anak mau beres-beres alat, tiba-tiba iman memainkan intro gitar yang kemudian menjadi intro Mayday. Kartika spontan mengisi vokal, disusul anak-anak yang lain. Saat itu beberapa hari sebelum hari buruh, dan Tika memang sedang mempersiapkan perayaan Mayday. Liriknya jadilah tentang Hari Buruh.

3.     Kategori buruh menurut Tika & the Dissidents itu seperti apa ? 

Bagi kami, buruh adalah kata yang seringkali diartikan terlalu sempit oleh masyarakat pada umumnya. Selain itu dipolitisasi pula. Anggapan orang, buruh notabene adalah pekerja fisik seperti petani, pekerja pabrik dll. Sehingga mereka yang bekerja di balik meja merasa dirinya bukan bagian dari workforce yang sama, sehingga ada hierarki-hierarki tahi kucing yang mempengaruhi segala hal mulai upah sampai diskriminasi sosial.
Bagi kami, buruh adalah semua orang yang ‘menjual’ jasanya, kemampuannya, tenaga dan waktunya untuk mencari penghidupan materi. Guru, Manager bank, penyanyi, pilot, penari telanjang pun sama di mata kami. Sama-sama pekerja. Sama-sama buruh.

4.      Pada tanggal 1 Mei tahun 1886, sekitar 400.000 buruh di Amerika Serikat mengadakan demonstrasi besar-besaran untuk menuntut pengurangan jam kerja menjadi 8 jam sehari. Menurut kalian bekerja 8 jam sehari itu apakah cukup manusiawi ? Pekerjaan impian yang kalian impikan seperti apa? Butuh berapa jam sehari untuk bekerja?

Bekerja asal dengan hati dan pikiran yang gembira, kadang-kadang 10 jam pun tak terasa. Sementara 4 jam saja bisa jadi neraka apabila kita tak menyukai pekerjaan kita. Bagi saya pribadi, yang terpenting bukan jumlah jamnya, melainkan lingkungan pekerjaannya. Apabila ada respek antara sesama pekerja, saling menghargai, dan spirit kesetaraan, biasanya tercipta lingkungan kerja yang enak.
Pekerjaan impian adalah pekerjaan yang ikut berkembang sesuai perkembangan diri kita. Membuat kita makin pintar, bukan hanya diperah tenaganya.


5.      Pernah berpikiran untuk memberikan semangat ke buruh pabrik dan menyanyikan lagu mayday kalian  di pabrik atau turun jalanan langsung ketika May Day nanti ? 

Turun ke jalan, itu salah satu bentuk perayaan hari buruh. Memang identik dengan itu, dan lagu Mayday pun tentang turun ke jalan. Tapi merayakan Mayday tidak terbatas pada itu saja. Itulah hari dimana semua orang bisa mengambil satu hari untuk merayakan kebebasannya dari pekerjaan. Maka cara merayakannya pun bebas.
Kalau menyanyikan di pabrik, sama saja kami mensahkan bahwa hari buruh adalah harinya buruh pabrik ya? Padahal yang kami inginkan justru membongkar tembok pemisah dan adanya hirarki antara profesi-profesi yang ada.

6.      Di Indonesia sendiri gerakan buruh dihubungkan dengan gerakan dan ideologi komunis  G30S pada 1965 . Bagaimana tanggapan kalian mengenai ini? 

Hahahhahahahahahahahahahaha


7.      Di beberapa perusahaan, ada karyawan yang hanya berstatus karyawan kontrak , komentar kalian?
 
Ya, itu salah satu kenyataan yang saat ini semakin dilumrahkan. Tapi kita tidak bisa pukul rata bahwa semua perusahaan yang memakai sistem kontrak ini jelek, meski rata-rata demikian. Kadang kita harus berada di sepatu mereka untuk mengerti. Dan karena saya tidak tau sampai ke akar yang terdalam, jadi saya tidak akan sok tau beropini bahwa itu jelek atau buruk.


8.      Beberapa karyawan  kaum perempuan takut untuk menyampaikan suara, menuntut hak kerja, menyuarakan keluhan dsb, Ada tips dari tika & the dissidents  bagaimana cara menyampaikan suara yang pas ala kalian? 

Apakah hanya perempuan yang takut menuntut hak kerja? Banyak laki-laki lebih takut, karena mereka dianggap tulang punggung keluarga. Maka suka atau tidak suka dengan policy kerja mereka, mereka telan saja demi keluarga. Cara menyampaikannya, buat serikat sih memang baik. Kalau ada serikat pekerja yang sehat (garis bawahi sehat) dan independen maka suara pekerja bisa menjadi suara kolektif. Lebih besar bargaining powernya.

9.      Bagaimana cara kalian merayakan May Day ?  tidak akan bekerja atau apa? 

Tidak bekerja. Lakukan apapun yang kami mau. Bergembira bersama.

10.       Superpower apa yang kalian miliki untuk bisa survive dalam bermusik dan bersuara ?

Kancut kami tidak pernah diganti. Itu dia jimatnya.

No comments: