30.4.12

Propaganda Navicula


        Photobucket

         Tahun 1996 yang ganas, berlabuhlah sebuah kapal kecil Navicula  yang dikemudikan oleh Robi dan Dankie di Denpasar, Bali. Setelah mengalami bongkar pasang, formasi navicula sekarang adalah vokalis/gitaris Robi, gitaris Dankie, drummer Gembull dan bassis Made. Jika kebanyakan band grunge bercerita tentang depresi dan frustasi personal, Navicula memilih untuk menyalurkan pesan-pesan perdamaian, lingkungan, cinta kasih universal lewat lagu yang mereka ciptakan.  Navicula selalu bereproduksi, mempropagandakan karya seni, musik grunge yang dipadu dengan isu-isu lingkungan hidup  dikawinkan dengan elemen budaya spiritual Bali. Bagaimanakah Navicula berproses mengirim sinyal-sinyal propaganda ?  berikut wawancara kontributor MAVE, Tria Nin dengan Robby Navicula.

        1. Halo apa kabar NAVICULA? Hari ini berwarna apa? 

Jawab: Hari ini aku lagi di Ubud. Sore ini langitnya bagus banget. Berwarna turquoise, jingga, dan ungu.  Aku juga lagi memperhatikan pantat cewek-cewek yang sedang Yoga. Eh, dia pakai celana ketat warna ungu.

2.      Musik sebagai alat propaganda, Gejolak sosial keresahan masyarakat pun bisa di suarakan lewat musik,  Apakah kalian percaya bahwa propaganda bisa mempengaruhi segala aspek kehidupan manusia ?

Jawab: Bisa dong. Propaganda dalam arti jahat bisa bikin masyarakat mempunyai perspektif negatif tentang sesuatu. Kalau di lagu Navicula, sebenarnya yang kita sampaikan adalah informasi umum, yang sepantasnya banyak orang yang tahu karena akses ke internet sudah semakin mudah dan cepat. Cuma ketertarikan dan kepedulian masyarakat umum masih kurang terhadap isu-isu ekologi, sosial, yang menurut kita vital ini.  Opini masyarakat sangat dibentuk oleh media. Musik juga media. Jadi, ingin terinspirasi atau menjadi seperti apa, tergantung media yang kamu pilih.

3.      Keresahan apa yang Navicula rasakan sekarang?

Jawab: Isu ekologi yang terjadi di Indonesia dan kebijakan-kebijakan pemerintah dalam menangani masalah ini. Sudah saatnya masyarakat sadar dan mempengaruhi pemerintah, entah itu lewat jaringan sosial media, media cetak, berupa wacana, tulisan, foto, karya apapun, atau lebih bagus lagi jika melakukannya langsung di level akar rumput dan meluas menjadi arus yang lebih besar dan berbasis masyarakat.

4.      Navicula membuat Lagu Orang utan , Bisa diceritakan proses kretif pembuatan lagu ini? Menurut kalian bagaimana caranya agar Orang utan tidak  hanya menjadi legenda dan hanya ditemukan di foto atau buku-buku cerita?

Jawab: Sederhana saja, kita tersentuh dengan bagaimana habitat orangutan dan ekosistem alami hutan menjadi rusak akibat perluasan perkebunan kelapa sawit. Dan lebih tersentuh lagi melihat dokumentasi pembantaian orangutan dan bagaimana oknum-oknum tertentu memperlakukan mereka dengan kejam.  Orangutan adalah satu dari sekian banyak satwa yang semakin langka akibat pengrusakan hutan. Kita sebagai musisi hanya bisa mengamplifikasi isu orangutan ini dan mengemasnya sebagai lagu agar publik terinspirasi untuk mengangkatnya terus di jejaring sosial dan media. Perubahan signifikan terjadi jika ada usaha serius di tingkat pemerintah untuk memperbaiki hukum perhutanan kita. Secara individu yang kita bisa lakukan mungkin mengurangi penggunaan produk kelapa sawit, menghemat kertas, belajar untuk memahami undang-undang mengenai kehutanan, dan mengenali produk-produk yang tak ramah lingkungan untuk berperan sebagai konsumen yang bertanggung jawab.

5.      Dalam Album Salto kalian membuat lagu  Budi si Berani Mati mengenai bom bunuh diri di Bali beberapa tahun lalu , Bulan maret 2012 ini ada penangkapan teroris di sanur, tanggapan kalian mengenai teroris?

Jawab: Apapun gerakan yang mengancam jiwa orang banyak dan mengacaukan rasa aman masyarakat adalah tindakan yang salah dan jahat. Siapapun terorisnya, baik yang legal maupun ilegal! Negara kita punya beberapa kelompok pengacau radikal berkedok religi yang anehnya masih dibiarkan tumbuh subur di negara kita yang ber-Bhinneka Tunggal Ika ini. Mungkin ini semacam konspirasi politis.

6.      Kalian menciptakan lagu baru berjudul Harimau-harimau, Lagu ini terinspiradi dari apa?, Jika kalian menjadi Harimau, apa yang akan kalian lakukan?

Jawab: Paling-paling kita juga mati seperti tragedi dalam lirik lagu baru kita yang berjudul “Harimau!Harimau!” itu.

 7.       Robby  Navicula juga menjadi tim dalam pembuatan buku Blantika Lini Masa, sebuah buku tentang  perjalanan skena musik di bali,  Bisa diceritakan Proses awal  Robby ikut serta dalam penulisan buku Blantika Lini Masa?

Jawab: Aku diajak ikut menjadi tim penulis karena peranku sebagai pelaku aktif di skena musik Bali, terutama skena musik bawah tanah dan indie sejak periode 90-an sampai sekarang, selain aktif sebagai jurnalis.
8.      Seberapa  penting dokumentasi untuk Navicula? Apakah Navicula mempunyai tim Dokumentasi khusus?

Jawab: Menurut kita dokumentasi untuk sebuah band itu penting. Cuma saat ini fasilitas kita masih terbatas untuk membentuk tim dokumentasi khusus. Cuma selama ini, dukungan dari fan base kita cukup memberi kontribusi dalam hal ini. Hal tersebut bagi kita lebih berarti.

9.      Ada alasan khusus kenapa Navicula akan berkolaborasi dengan Kartika Jahja di acara Bali Spirit Festival?

Jawab: Karena Tika teman dekat kita. Suara Tika juga lebih merdu dari suaraku :D

10.  Propaganda apa lagi yang  akan kalian persiapkan? Sebuah Perubahan apa yang kalian inginkan?

Jawab: Waah, banyak banget! Kalau kita beberkan di sini, halaman ini nggak bakal muat ;)

11.  Apakah kalian percaya tahun 2012 akan kiamat? Siap untuk menghitung mundur?

Jawab: Percaya dong ahh. Sedang terjadi, kok. Kamu nggak ngerasain ini sedang berlangsung? Perubahan iklim, badai, nuklir, ulat bulu, tomcat,… :D


No comments: