18.4.12

Halaman 25

Kubuka halaman 25,tentang New York 1971. Ingatanku teringat malam itu, aku membacakan puisi sapardi joko damono lewat telepon. Aku mengikuti arahku pada jendela dan pada perkataan yang membuat kita tak berani tertawa. Dimana kita ingin berjumpa? Aku berkata Norwegia. Lalu teringatlah sepotong strawberry dan rentetan peristiwa yang membanjiri kekasih mati. Aku ingin tertuang dalam segelas susu putih, membiarkan basi beberapa hari. Bacakan mantra-mantra yang kamu suka sampai kering. Itu yang aku ingat.
Kata-kata tak lagi tertinggal pada halaman buku, tuhan tertahan pada jelmaan antara benar dan salah. Dan senyuman-senyuman yang telah membunuh harapan. Selanjutnya adalah telepon yang tenggelam dalam jarum waktu, melupakan kerinduan yang tercium lekat.

Gatsu, Denpasar, 18 April 2012

No comments: