19.3.12

Space Oddity

Ada beberapa hal yang tak terjelaskan dalam hitungan detik dering telepon, semua terbuang percuma dengan desis angin dan suara yang mengaduk pelan, aku ingin bercerita tentang ribuan jarak yang lengkap sudah untuk dikubur, tidak diukur. Karena resah yang menderu di rentetan peristiwa mengelabui benda-benda tajam yang ada disekelilingku. Pada malam itu, ada suara kuat, aku lari jauh meninggalkan kenyamanan, aku tersedak mungkin. 
Beberapa hal yang tak ingin aku sentuh, mulai membakar memori. Aku duduk sendiri disini, di depan cangkir merah berisi pensil-pensil lucu dan lem perekat memori. Aku ingin bersembunyi, tapi aku tahu kamu tahu. Aku ingin memotong kabel telpon, aku tahu kamu tahu. Keinginan-keinginan itu merusak saluran telepon, menurutku.
Yang terdengar sekarang suara  david bowie yang mencoba menguatkan diriku, aku mencoba menarik kabel telepon untuk memutuskan, tapi jariku tidak sekuat yang aku pikir. Aku butuh gunting untuk memotong kerinduan, aku butuh itu. Haruskah aku ke supermarket terdekat sekarang? membeli gunting berwarna biru dan menyerangmu. Tidak, kukira bukan begitu. Aku pergi ke dapur, kubuka jendela, duduk sendiri disitu, ini adalah kesenangan terbaik dalam hidupku. Aku membuat secangkir kopi, duduk sendiri mengirimkan pesan-pesan yang tertinggal, mengirimkan ke angkasa melalui space oddity, david bowie.

Denpasar, 18 Maret 2012

No comments: