5.1.12

Gamelan #7 2012 lancaran telung prapat pelog barang, lancaran si dora

Saya kira saya terlambat datang latihan, ternyata latihan gamelan di rumah  berpagar merah belum dimulai, sampai di rumah itu saya bersalaman dengan pemain gamelan lain, para pemain sedang berbincang santai, ada yang menceritakan liburan natal, ada yang mendengarkan, ada yang memilih tabuh, sedangkan saya memilih duduk di dekat kotak tabuh, ibu disebelah bertanya tentang malam tahun baru, saya jawab tidak ada perayaan yang besar, malam tahun baru saya siaran bersama teman-teman di radio. Lalu ibu itu menyentuh pundak saya sambil tersenyum. Saya mencium aroma kebahagiaan wajah-wajah senja pemain gamelan, mereka bersuka cita, bergurau seperti tak ada beban apapun. Ada yang berceloteh, yang penting bukan perayaan tahun baru, tetapi semangat baru. Ah ya, tentu saja saya mengangguk setuju.

Setengah lima sore, latihan baru dimulai. Guru gamelan, mas Mudji lalu membagi kertas berisi gendhing baru yang akan kami pelajari. Kami mempelajari Lancaran telung prapat pelog barang . Gendhing ini terdiri dari 5 bagian, pembuka, ladrangan, ondhe-ondhe, ketawang ngundhamana, lancaran. Saya masih memainkan saron, hari ini saya duduk di sebelah utara sendiri. Saya sedikit kerepotan dengan gendhing baru ini, karena iramanya cepat dan saya berulang kali ketinggalan. Berulang kali saya harus konsentrasi menyeimbangkan nada dengan pemain gamelan lain. Lalu ketika kami sedang asyik memainkan gendhing,  tiba-tiba guru saya berteriak, "dora, dora lebih cepat lagi !'. Hah? tentu saja saya kaget, Mas Mudji berteriak dora-dora dan memandang saya. Karena saya bingung, ia tersenyum dan berkata : "iya kamu, si dora berponi'.  Ah langsung saja semua pemain gamelan jadi tertawa. Ketika istirahat, beberapa pemain dan guru gamelan bilang lihat tingkah laku saya seperti dora, tokoh Dora the Explorer, serial animasi televisi anak-anak dari Amerika Serika.Ah baiklah, karena di sesi sebelumnya saya selalu kerepotan menyelaraskan nada permainan saya dengan pemain gamelan, Maka ketika istirahat sebelum sesi kedua, saya berlatih sendiri memainkan saron. Pemain lain beristirahat menikmati tahu dan pisang goreng, sepertinya ya kedua menu ini adalah menu wajib di grup gamelan Bengawan. 

Intruksi latihan  sesi kedua pun dimulai, saya berdebar-debar, gugup. Saya bilang ke dalam hati saya, kali ini saya harus bisa. Di menit-menit pertama, saya bisa mengikuti, lalu setelah berlanjut, sepertinya saya ketinggalan lagi. Trik yang saya lakukan adalah saya diam sebentar, lalu merasakan nada gendhing dan mencarinya dan ketika saya yakin nada yang saya rasakan pas, saya beranikan diri untuk memainkan saron lagi, tentu saja masih dengan bantuan lembaran kertas yang bertuliskan nada-nada gendhing. Hari ini saya berusaha keras, saya mengulangi lagi. Setelah latihan ditutup, saya mengulang lagi sendiri. Beberapa pemain yang lain berkemas-kemas dan mengembalikan tabuh di kotak. Saya asyik sendiri bermain-main dengan saron, memang ya sangat monokrom, permainan saron rentan menimbulkan kebosanan, jadi ya disadari saja, begitulah permainan. Satu per satu berpamitan pulang, saya sedang memainkan lancaran, terdengar salah satu pemain berteriak, Dora, ayo pulang !

Senin kliwon, 2 januari 2012

No comments: