26.12.11

Gamelan #6 Latihan sendiri, Mengulang lagi, Gugur Gunung Aku Jatuh Hati

Rumah berpagar merah masih tutup, padahal jam sudah menunjukkan angka 16 tepat. Lalu seorang satpam keluar, ia langsung membuka pagar dan bilang jika saya mau berlatih gamelan, bisa langsung saja masuk ke ruangan.  Ruangan gamelan masih sepi, tidak seperti biasanya seperti ini. Saya curiga, jangan-jangan hari ini libur, tetapi saya ingin segera mengambil tabuh dan duduk di depan saron dan segera memainkannya. Hari ini saya membawa nada-nada gendhing sendiri, minggu kemarin guru saya mengijinkan saya untuk membawa nada-nada gendhing, jadi saya bisa memahami dirumah. Saya mengulang pelajaran gendhing yang diberikan minggu lalu, saya memainkan lagi lancaran mbok yo mesesm slendro sanga disambung gendhing Pring Jamang. Setelah saya tuntas menyelesaikan satu gendhing, kira-kira jam 16.30, belum ada satupun orang yang masuk, hanya saya yang ada diruangan ini. Melihat alat-alat gamelan tidak dimainkan, ditutup dengan selendang merah rasanya magis sekali. Saya lalu keluar ruangan, menemui bapak satpam, saya bertanya apakah hari ini libur latihan gamelan atau tidak. Bapak satpam tersenyum, ia bilang memang hari ini latihan gamelan diliburkan, tetapi saya boleh-boleh saja latihan sendiri.  Saya mengucapkan terima kasih dan segera masuk keruangan, latihan sendiri. 

Rasanya seru sekali, saya bisa mengulang lagi, memainkan lagi, mencoba lagi, memainkan saron ini begitu mengasyikan, pikiran saya menggoda ayo beli saron sendiri, latihan dirumah sendiri, biar segera lancar bermain. Aduh keinginan ini datang secepat kilat, baiklah saya redam dahulu, sepertinya saya akan menabung untuk membeli saron sendiri, semesta beri petunjuk ya :)  

Ajaibnya, dalam waktu satu jam, saya sudah bisa lancar memainkan lancaran mbok yo mesem tanpa harus mengintip lembaran kertas nada-nada yang berisi angka, rasanya seperti ada getaran hangat, sedikit trance. Saya ingin memainkannya terus sampai maksimal. Setelah berkutat dengan gendhing slendro, saya mencari gendhing pelog untuk dimainkan, ya agar latihan hari ini seimbang. Saya mencari lembaran nada-nada yang berisi gendhing di rak, dan menemukan lancaran gugur gunung pelog barang. Kejutannya adalah ketika saya memainkan gendhing gugur gunung, ketukan-ketukan seperti membentuk partikel-partikel kecil bernama ceria, ah asyiknya. Saya mengulangi memainkan gugur gunung beberapa kali, kurang lebih 30 menit saya sudah bisa memainkan tanpa harus mengintip kertas nada-nada gendhing. Gugur gunung, membuat sore saya begitu hangat, saya duduk bersimpuh dibagian selatan, dekat jendela kaca, senangnya bisa mengintip sinar mentari yang malu-malu akan terbenam. Gugur gunung, cintaku semakin menggunung, aku jatuh hati!

 Senin Pon, 26 Desember 2011

No comments: