15.12.11

Gamelan #4 Ladrang rujak jeruk slendro sanga, aku ewa

Sepertinya alarm ditubuh saya  bekerja dengan baik, saya  tidak perlu membutuhkan mesin alarm  yang selalu mengingatkan untuk melakukan sesuatu kegiatan. Mendekati pukul enam belas, saya mematikan laptop, lalu segera berjalan kaki menuju rumah hangat, tempat biasanya saya berlatih gamelan. Hari ini saya duduk disamping shellina, tentu saja saya masih belajar memainkan saron. Setelah mendapat nada gendhing dan membaca judulnya, pikiran bekerja lebih cepat dari ketukan :) . Saya membayangkan semangkok rujak, isinya jeruk, sambalnya banyak. Lalu saya membaca mantra ketukan-ketukan ladrang, deretan nostalgia yang berbahaya menyerang, rasanya seperti saya berendam dalam semangkok rujak, berisi jeruk, sambalnya banyak. Rasanya latihan hari ini seperti itu, saya mengamati shellina, lalu mencoba main sendiri, lalu saya bermain dengan pemain yang lain.  Istirahat tiba, dua piring pisang goreng dan teh hangat diputar. Saya masih berlatih saron, memainkan ladrang rujak jeruk. Saya minum teh hangat, setelah itu  mendapat nada gendhing berjudul "Aku ewa". Saya sibuk dengan pikiran saya sendiri , semangkok rujak dengan sambal yang banyak, menghabiskan ketukan sampai pukul delapan belas, bergumam kelam, aku ewa!

Senin wage, 12 Desember 2011

No comments: