6.12.11

Gamelan #3 Hujan Deras, Gendhing Jahe Wana, Nglaras

Hujan deras, pikiran deras, tidak ada payung atau jas hujan, saya berlari menuju rumah tua, tempat saya berlatih gamelan . Ini hari ketiga saya berlatih gamelan, walaupun hujan deras, tidak membuat saya malas. Sampai di rumah grup bengawan solo, dengan baju yang sedikit basah, saya mengintip ruang latihan, oh ternyata belum ada yang datang. Jadi ya, saya latihan sendiri dulu saja. Hujan deras, pintu saya buka, dan saya memainkan saron, ketukan-ketukan saron bercampur dengan suara hujan, sungguh menawan. 
Jam enam belas lebih beberapa menit, teman-teman pemain gamelan mulai berdatangan, mereka lalu berkumpul di tengah, tidak seperti biasanya, mereka tidak langsung mengambil tabuh (pemukul) gamelan, tetapi membagikan lembaran-lembaran kertas yang berisi nada-nada gendhing. Grup gamelan Bengawan Solo akan pentas tanggal 9 Desember 2011 nanti , jadi mereka menyiapkan beberapa gendhing yang akan dimainkan. 
Saya menghentikan permainan saron, lalu seorang ibu datang  memberikan  lembaran kertas bertuliskan nada-nada  gendhing jahe wana, ketika mereka rapat, saya berlatih lagi, memainkan gendhing jahe wana. Ah, perut yang lapar mulai berteriak keras, mau membalas pesan pendek ke teman, tapi gagal terus, mungkin satelit sedang mengaduh kesakitan. Handphone saya matikan, perut saya yang lapar berulah, sungguh payah. Kesadaran kelaparan, satelit sakit ditambah ketukan saron gendhing jahe wana, sungguh rasanya magis sekali. Seperti tersesat, sakit, tapi ada kesejukan yang lewat yang membuat dada menjadi semakin hangat. Nglaras.       
Senin Pahing, 5 Desember 2011

No comments: