18.12.11

Cerita Prambanan Express #2

Saya kira saya telat, saya tergesa-gesa masuk ke stasiun lempuyangan,  karena menurut jadwal kereta api prambanan express akan berangkat pukul 16.16, eh ternyata ini jam 16.22 belum berangkat juga. Masalah klasik, weekend prameks pasti penuh, aduh!
Lalu saya naik kereta, tidak dapat tempat duduk, yasudah berdiri saja, baiklah pukul 16.38 menit, kereta akhirnya berangkat juga. Aduh, saya terhimpit di dekat pintu, sedangkan beberapa orang duduk-duduk, malah ada satu keluarga yang kedua anaknya tiduran di kereta. Saya duduk pun tak bisa, oh terhimpit. Kereta berhenti sebentar di stasiun maguwo, kereta sudah penuh, eh ditambah penumpang lagi. Ah, bergerak jadi susah. Ada lelaki berkemeja garis-garis menarik saya, pindah saja, "nanti kamu terjepit pintu", begitu katanya. Hah? saya bergerak pun susah. Karena pengertian beberapa orang, mereka membantu saya menuju ke dalam kereta, akhirnya saya berdiri di batas gerbong, keadaan lumayan, daripada tadi di dekat pintu, saya terhimpit, karena penumpang sungguh membludak, oh weekend membuat kereta pramexs penuh telak. Ada tiga ibu-ibu dan ketiga anaknya duduk di kursi di dekat saya, sedangkan saya berdiri menghadap ke timur. Ketiga ibu-ibu ini sedang asyik berbincang,  

Ibu satu : kemarin nilai raport anakku lumayan, untung ya aku  ikutin dia les
Ibu dua : les dimana bu?
Ibu satu : bu asma, tapi yo, kelemahannya bahasa inggris anakku itu lho nggak bagus, padahal ya udah les juga
Ibu tiga : kenapa harus les tho bu? kalau saya beli poster gambar-gambar yang tulisannya bahasa inggris -indonesia saja, saya pasang di kamarnya, kalau malam saya suruh baca dia (ibu ini sambil mengelus rambut anaknya yang tidur disampingnya)   
Ibu satu : Ga ada waktu bu buat ngajarin, kalau dah pulang kerja capek, ya mending di lesin saja
Ibu dua : kalau les malah nambah  biaya juga ya bu? boros nanti malah
Ibu satu : kalau buat anak, apapun bu aku lakuin
Ibu tiga : yang penting khan bukan masalah les atau nggak, yang penting kita ada waktu buat nemenin, ngawasin belajar
Ibu dua : inggih bu, leres niku

Ibu tiga diam saja, ia memandang jendela cukup lama, lalu yang terdengar suara batuk-batuk, tangis bayi bercampur deru kereta.

Sabtu, 17 Desember 2011

No comments: