17.11.11

Tarik nafas panjang, Hembuskan pelan, Sadari pikiran melayang #Minimalistday

Suara tembak-tembakan dari area persawahan belakang rumah saya tak ada habisnya, dar dor, dar, dor, mengganggu ? iya. Biasanya pada jam 2 pagi, saya bisa mendengarkan jangkrik yang sangat jelas dari kebun belakang rumah, tapi hari ini lain cerita. Jadi, pagi ini ada latihan tentara, pikiran melayang telak, pikiran tertembak membayangkan perang, darah, tangisan-tangisan, dan wajah-wajah sendu itu menyerang.Ok ria, tarik napas panjang, hembuskan pelan, jangan melawan pikiran-pikiran yang datang, jangan mengomentarinya, tarik napas panjang, hembuskan pelan, sadari pikiran melayang.

Baiklah, kemarin malam, tepatnya rabu malam, saya harus mengisi suara untuk insert radio sebanyak 6 skrip, jadi kira-kira 1 jam  lebih entah saya berada di ruang produksi bersama tim saya, yogi. Sangat capek memang, jadi ketika mood saya sudah berantakan, saya mulai memberi kode ke yogi untuk istirahat 5 menit saja, apa yang bisa saya lakukan dalam waktu 5 menit?  Saya menarik nafas dalam-dalam, mengeluarkan perlahan, saya mengulanginya beberapa kali. Ya, ketika kita menarik nafas dalam-dalam, kita mengirimkan sinyal ke otak untuk rileks.Otak meneruskan sinyal ke tubuh, hingga tubuh kita merasa rileks. Jika teman-teman merasa capek, panik, terburu-buru, luangkan waktu 5 menit saja, tarik napas panjang, hembuskan perlahan.    

Setelah selesai mengisi suara, saya mencari beberapa musik yang cocok untuk produksi, ketika saya akan menuliskan musik pada urutan pertama, suara lelaki memanggil nama saya. Saya senang, saya mendapat kejutan, teman saya yang baik, Aji, bermain ke radio. Kami berbincang ini itu, kesana kemari, tertawa, lalu sesekali ajie mengetik sesuatu di handphone, bercerita kembali ini itu, hingga terjadi sebuah kesepakatan kita akan melakukan kegiatan bersama dalm waktu dekat, kabar baiknya, saya dan aji sangat antusias. Alarm di tubuh saya berbunyi, kami memutuskan untuk pulang, hal tidak menyenangkan adalah ketika saya tahu ban motor si merah redo kempis, ditambah lagi saya harus ke pom bensin mengisi air minum buat si redo. Aji tersenyum, dia mengambil motor saya, memanaskan mesin dan bilang jangan panik tria. Ok, tarik napas dalam-dalam, keluarkan pelan-pelan, membuat saya tidak meringis. Aji meminta saya menunggu di radio, dia bersama redo pergi ke pom bensin, lalu mengisi angin. Setelah redo dalam keadaan baik, kami pulang.  Terima kasih Aji yang baik Terima kasih semesta, malam ini saya bersuka cita :)

No comments: