4.11.11

Monokrom

Jadi mau makan siang  apa mbak ?

Secepat kilat ibu warung sebelah radio langsung menjawab pertanyaannya sendiri : nasi sayur Asem lagi ?
Saya pun mengangguk, lalu mencari tempat duduk terbaik, sendiri. Ibu menyiapkan makanan, dan menyajikan nasi sayur  asem, menu favorit makan siang saya selama 7 hari berturut-turut.

Ga bosan ya mbak?

Belum bu,

Pola makan mbak ini aneh lho ya, kalau lagi suka pecel , pecel terus, kalau lagi suka mie , mie terus, kalau lagi suka nasi tumpang, ya nasi tumpang terus, pola makan kayak gini ga sehat lho mbak

Oh semesta beri saya kekuatan hahaha, wejangan ini sudah sering saya dengar, saya pun  heran dengan tubuh ini, maunya begitu. Entah. Saya jadi teringat ibu saya yang geram dengan pola makan saya ini, saya akan berganti menu makanan, jika saya benar-benar bosan.  Sampai sekarang ibu menyembunyikan tempat mie instant agar tak terlihat dari pandangan saya, gara-garanya saya pernah kecanduan mis instant, setiap hari harus makan mie instant sampai mungkin 3 bulan berturut-turut. Sebenarnya sejak kecil sudah seperti ini, pernah saya ketagihan sate telur puyuh, hampir setiap hari saya meminta, jika tidak dikabulkan, masuklah saya  ke kamar, tidak mau berbincang dengan siapapun.

Waktu SMP Kakak saya pernah bilang, kamu itu monokrom sekali dek

Hah? Monokrom ? Maksudnya?

Yah, entar kamu bakal tahu deh.

Duh, jungkir balik deh pikiran ini, hingga terjadilah bencana itu. Saya ketagihan sesuatu yang biru lalu musti bolak balik ke rumah sakit. Ibu pun mengancam, segera rubah pola makanmu itu. Oke, hanya beberapa bulan  saya bisa bertahan. Tetapi waktu itu , ada sesuatu kerinduan yang amat dalam, kerinduan sesuatu kesenangan sampai maksimal, begitu kira-kira. Maka diam-diam, ketika saya bekerja, jarang makan dirumah, pola makan kesenangan yang berulang-ulang sampai maksimal ini terulang kembali sampai sekarang. Entah, saya merasakan satu warna maksimal, gelombang satu arah maksimal, kesenangan yang maksimal. Oh, adakah yang mempunyai pengalaman yang sama?

Solo, 4 November 2011

No comments: