16.11.11

Menyetrika sendiri,Membaca gajah sang penyihir, Swaiso sore hari, Meditasi #Minimalistday

Tumpukan baju di keranjang warna biru seperti memanggil, hai tolong rapikan saya segera, tolong ria sekarang juga. Cukup lama saya memandangi tumpukan, yang terjadi hanya lamunan yang panjang. Melamun memang mengasyikan ya, menyeret pikiran kita dan lalu kesadaran nyata kita lelap. 15 menit lebih saya melamun dan tersadar, kenyataan di depan mengingatkan saya, ria rapikan segera tumpukan baju itu. Saya mengambil keranjang, mengambil setrika putih, pengharum baju di dalam botol berwarna  jeruk.  Tidak mendengarkan lagu apapun, mengambil gaun biru, dan setrika siap melaju di atas jalan-jalan berliku, lekukan gaun biru. Lalu berpindah ke baju satu menuju baju lainnya. Melewati warna hitam, merah, abu sampai biru.Senyum mengembang ketika saya berhasil menyelesaikan perjalanan panjang, sungguh senang.   

Ia bersiul sambil melangkah, kalimat ini yang masih saya ingat setelah membaca buku gajah sang penyihir (the Magician's elephant -Kate Dicamillo) , tetapi hari ini saya belum bisa meyelesaikan membaca. Ya,  berkelana di dalam dunia gajah sang penyihir membuat hari ini tidak begitu kaku, saya menemukan catatan bintang, ladang gandum, apel kering, kertas berjamur dan sesuatu yang mengingatkan tentang umur.Membaca buku seri anak-anak memang ringan, minimalis, tetapi efek kebahagiaan bisa  terasa maksimal. Silahkan bermain ke perpustakaan terdekat, pinjam buku seri anak-anak kesukaanmu, bersiullah sepanjang hari :)   

Jam 5 sore, saya bersama teman-teman berolahraga ria. Setiap hari saya melakukan olahraga sederhana, kadang jalan kaki, yoga, senam atau swaiso. Tapi hari ini saya memilih senam dan swaiso. Jika teman-teman sangat sibuk, coba deh swaiso,
  • Ambil napas panjang lalu keluarkan. Berdiri tegak lalu kaki direnggangkan sampai batas bahu, Jari kaki mencengkeram. Ini untuk menekan telapak kaki sehingga menekan titik-titik akupuntur.
  • Tangan lurus, telapak tangan juga lurus menghadap ke belakang.Ayunkan tangan kedepan dan ke belakang seperti orang jalan, posisi tetap lurus dan bersama sama.
  • Seiring dengan itu, pas tangan ke depan, nafas diambil, pas tangan ke belakang nafas dibuang. Pakail nafas perut lebih baik, yaitu tarik nafas sambil kembungkan perut, dan buang nafas sambil kempiskan perut.
  • Ayunkan tangan bersama-sama ke depan dan ke belakang. Satu ayunan dihitung mulai dari depan -ke belakang – ke depan lagi. Lakukan rutin 5-25 menit sehari.
Swaiso, olahraga sederhana  yang berasal dari cina ini  bisa dilakukan dimana saja. Setelah hari ini melakukan swaiso dan gerakan senam yang minimalis, tubuh saya begitu rileks.

Pukul 19.30 saya bermeditasi di Vihara selama 30 menit. Menyadari lalu lalang pikiran begitu adanya saja, tidak melawan. Menyadari sekitar begitu adanya saja, tidak melawan. Menyadari aliran napas, begitu adanya saja. Setelah meditasi ini  ada semacam keriuhan dalm pikiran saya, saya mengamati geraknya pelan-pelan, mengungkapkannya, tidak melawannya, menyadari saja.

No comments: