9.11.11

Lelaki berkacamata mengirim gajah ajaib


Selasa pagi ini dimulai dengan yang panas, bangun tidur lalu membuka jendela, senang luar biasa karena matahari bersinar merekah, cerah. Yah, akhir-akhir ini solo begitu mendung, jadi ketika matahari pagi ini bersinar terang, senangnya bukan kepalang.  Lalu saya langsung melangkah keluar rumah, berjemur di bawah sinar mentari sambil membaca buku si bandel, Edith Unnerstad. Suasana sungguh sumringah, sebenarnya saya ingin limun, tapi persediaan dirumah tidak ada. Yasudah, saya hanya minum air putih saja. Mendekati jam 10 pagi, saya memutuskan untuk menyudahi ritual berjemur ini. Saya harus segera mandi, soalnya jam 11 harus masuk kerja.
Baiklah, jam 11 saya sampai radio. Sungguh mood yang cerah berubah cepat kilat menjadi lebam. Saya belum menaruh tas, sudah mendengar rekan kerja panik, marah-marah karena kurangnya komunikasi dengan penyiar, harusnya ada beberapa adlips(iklan) yang tidak harus dibaca pada saat talkshow spesial. Sungguh, mood saya jadi kacau, rasanya ingin mencakar mukanya. Saya diam, lalu menghirup nafas panjang, lalu saya berbincang dengan penyiar mengenai masalah tersebut, oke, masalah selesai. Tapi pikiran saya masih saja sebal dengan rekan kerja yang tadi yang tak bisa berbicara pelan-pelan, nyolot, berteriak-teriak, ah sungguh buang energi.  Jadi saya menghirup nafas panjang, mengeluarkan, lalu minum air putih.
Cindy, resepsionis di radio tempat saya bekerja, memanggil saya. Ia bilang, tadi pagi ada lelaki berkacamata menitipkan bingkisan. Saya bertanya, siapa namanya, ia jawab tidak tahu. Baiklah, saya mengucapkan terima kasih kepada cindy. Lalu saya membuka bingkisan itu. Sungguh saya sangat kaget, sebuah buku berjudul The Magicians Elephant dan kertas origami warna warni. Saya membuka buku tersebut, di halaman pertama tertulis, It's mood booster, enjoy !

Solo, 8 November 2011

No comments: