4.11.11

kenapa harus berjalan jauh sekali hanya untuk makan?

2 hari yang lalu, teman saya yogiswara mengajak makan bersama. Oke tujuan utama, kami ingin mie ayam. Lalu spontan, yogi bilang ingin ke  mie ayam pinangsia, lumayan jauh dari tempat kerja saya. Saya pun mengiyakan. Di sepanjang perjalanan, yogi memastikan apakah saya cocok dengan pilihannya. Ya ,saya bilang tak masalah. Mendung sekali sore itu, lalu sampailah kami di mie pinangsia, kami memesan 2 porsi lalu duduk dan menunggu di kursi no 3 dari depan.

"Kenapa harus berjalan jauh sekali hanya untuk makan?", pertanyaan ini tiba-tiba keluar dari pikiran yogi. Lalu kami diam sebentar, dan ia pun menambahkan, " padahal khan ya, pas kita dalam perjalanan kesini, kita melewati banyak sekali warung makan, bahkan warung mie ayam pun banyak, kenapa kita harus berjalan jauh sekali hanya untuk makan?."  

Mendengar pertanyaan itu pun saya tersenyum,  karena pikiran "keinginan" kita yang menuntun ke tempat ini. Seperti kamu ingin sesuatu, maka dengan segala usaha pun bakal kamu lakukan. Walaupun itu membutuhkan waktu lama dan jarak yang jauh sekalipun. Kadang kesadaran terhadap sesuatu yang sama didekatmu walaupun itu mirip yang kamu inginkan, tak pernah digubris sekalipun. Karena memang sejak awal sudah mempunyai standar keinginan yang sudah kamu pastikan untuk diraih. kira-kira begitu. Pesanan datang, kami lalu menikmati mie ayam yang legendaris itu. 

" eh yogi, kamu mau ngabisin makanan favorit pas sesi awal atau akhir makan ?"

"oh  saat awal sesi makan, langsung pengen ngabisin hehehe , kalau kamu ?"

"lihat sendiri khan, sawi ini bakal aku makan terakhir, biasanya aku makan bagian favorit pas terakhir makan"

" hahaha berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian"

"hahahahaha"

Lalu meledaklah kami dengan tertawa lebar di pinangsia. 


Solo, 4 November 2011

Catatan kecil : duh, kenapa waktu itu kami tertawa lebar yah, apa yang lucu? 

No comments: