27.11.11

Kasmaran Gamelan

                                                                           photographed by Gamelan Duta Laras            

Ada perkara apa ? Pertanyaan dari ayah saya ini menghantam pikiran , waktu itu dini hari, sekitar jam 1 pagi lebih entah, saya memutar kaset gamelan, saya mendengarkan laler mengeng, ini adalah gendhing kesedihan, Dalam wayang purwa, gendhing ini biasanya untuk mengiringi adegan perang dan adegan kesedihan. Apa yang saya rasakan dini hari itu? Ketika saya mendengarkan gendhing Gamelan Laler Mengeng saya seperti masuk ke dalam badan, saya merasakan kesedihan atas penderitaan , kunci pintu sejarah saya temukan, saya masuk kedalamnya, menyelam kedalamnya amat dalam. Iringan gamelan yang saya dengarkan menembus gelombang energi yang sekian lama tertidur lama sekali, iringan itu mencium saya pelan dan berbisik lirih, segera bangunlah, rasakan sakitnya, segera bangunlah, rasakan sakitnya semakin dalam. Hari itu membuat saya tidak tidur, saya terjaga, pikiran saya mengalir dan saya menjadi penonton, sendirian. Anehnya, keesokan harinya saya tidak kecapekan atau mengantuk, rasanya seperti saya habis  meditasi, tidak tidur,terjaga sepanjang hari.   

Kupu-kupu riang, sayap-sayapnya bergesekan di dalam perut, membuat saya begitu melayang. Lempung gunung minggah gandrung manis, budheng-budheng kembang kacang, ketawang wigena menjadi menu utama selain koran pagi, kopi pagi, dan telur mata sapi. Saya begitu menikmatinya, kadang kala iringan-iringan gamelan menyerang saya seperti monster yang mengajak saya perang, kadang-kadang gendhing gandrung manis membuat saya bermimpi manis, kadang-kadang iringan gamelan ini membuat saya begitu damai, seperti kekhawatiran lenyap begitu adanya saja.           

Kondisi kaset koleksi gamelan milik ayah saya  sudah rapuh, karena usia kaset yang memang sudah sepuh. Saya meminta tolong teman untuk mentransfer kaset ke digital, saya tidak mau iringan gamelan itu di edit, saya membiarkan noise yang ada, suara klik-klik pun terdengar begitu saja. Ya memang begitu adanya. Lalu saya memasukan gendhing-gendhing itu ke laptop. Dalam segala suasana, gendhing gamelan masuk dalam playlist saya bercampur dengan portishead, royal trux, the misfit, sonic youth, johnny cash dsb, rasanya sungguh mengejutkan, saya tidak berlari, saya tidak mengejar, tapi energi ini menghampiri, tanpa saya menduganya, sungguh hidup.

Tadi pagi saya terbangun tanpa teringat mimpi apapun, saya benar-benar belum bangun, masih dalam keadaan tertidur, mengambil kertas memo dan entah energi apa yang mendorong saya untuk menulis kalimat ini : Hello universe, I'm going to learn gamelan, I'm sure, i can play it !Thank you universe. Lalu saya tempel pesan itu di dinding vision board    kamar saya. Saya tidak begitu memikirkan terlalu keras apa yang saya tulis tadi pagi. Sebenarnya hari ini saya libur, tapi karena ada tugas dari kantor, saya melakukan tugas itu, live report untuk acara off air di taman Balekambang. Sekitar jam 15an lebih entah, saya selesai menyelesaikan tugas, lalu saya kembali ke radio. Saya duduk di warung jus depan radio, membawa laptop, mendengarkan playlist dan menulis. Playlist random, dan ketika terdengar iringan magis itu, penjual warung jus, mbak else dan mbak mini dengan ekspresi kaget bertanya ke saya apakah saya serius mendengarkan gamelan. Saya tersenyum dan mengangguk. Terjadilah perbincangan seru, karena ternyata saya dan mbak mini mempunyai pengalaman yang mirip, ketika kami masih  kecil orang tua kami senang mendengarkan wayang, karawitan, gendhing gamelan dari radio. Perbincangan ini semacam sentuhan nostalgia di sore hari yang menyejukkan hati. Saya bertanya kepada teman saya itu , dimana saya bisa berlatih gamelan. Mereka menyarankan saya untuk bertanya di sebuah rumah yang sangat dekat dengan radio, tempat saya bekerja. Entah ada energi hidup yang membuat saya begitu bersemangat, setelah perbincangan itu saya sowan ke rumah itu, saya bertemu dengan pemilik rumah, saya menceritakan ketertarikan saya terhadap gamelan dan keinginan saya untuk mempelajari gamelan. Senyum bapak itu mengembang, ia mengundang saya untuk datang  ke rumah itu lagi, besok hari senin jam 16 tepat. Senangnya bukan kepalang, jantung saya mengembang, saya mengucapkan terima kasih, ada kehangatan di dada, rasanya sejuk begitu adanya. Terima kasih semesta.   

Setelah saya selesai menyelesaikan tulisan ini, saya tersenyum membaca tulisan yang saya tempel di vision board kamar tadi pagi, oh energi ini begitu ajaib. Lagu yang saya dengarkan ketika saya menulis ini adalah :    
  • Stereolab -endless summer
  • Laler Mengeng, tlutur,panjang ilang, Gamelan Gaya Surakarta
  • Bedhaya Pangkur, Gamelan Gaya Surakarta
  • Grouper- invisible
  • Rod McKuen-Listen to the warm
  • The For Carnation- Moonbeams
  • Lempung gunung, minggah gandrung manis, pelog 7, RRI Solo

2 comments:

Sammy said...

Ah, Foto itu Gamelan yang Cambridge! Saya sudah permain di sana dulu saya datang di sini! :)

Tria nin said...

wow, saya mendapatkan foto ini tidak sengaja , saya mencari photo gamelan di google, lihat foto itu,langsung jatuh cinta,gamelan seru ya, salam hangat sammy :)