25.11.11

Aku ingin menuliskan 1000 halaman, tapi aku terlambat

Buku- buku berserakan di lantai, Aku lupa untuk merapikannya. Satu cangkir kopi kemarin pagi  masih di meja, ingatan terlambat untuk mengembalikannya ke dapur. Handphone tergeletak  saja di kursi, pesan-pesan belum terbuka. Akhir-akhir ini aku terlambat membuka jendela , aku sering lupa bagaimana caranya bangun pagi. Pikiran bekerja lambat, koran pagi pun lewat. Senyuman-senyuman boneka diranjang, rasanya terbang. Akhir-akhir ini aku terlambat menyapa mentari, terlambat minum kopi, terlambat ke kamar mandi, terlambat sarapan pagi, terlambat membalas pesan-pesan yang kau kirimkan setiap pagi. Aku jadi terlambat mencuci, terlambat menyapu, terlambat menyirami tanaman, terlambat bercermin, selalu seperti ini. Pikiranku melambat, lebat. Aku terlambat menangkap ingatan-ingatan baju yang tertumpuk di lemari. Semuanya berserakan disini, ingatanku terlambat meminum pil-pil penunda rasa sakit, lalu sepi, selalu seperti ini.          
 

2 comments:

Ekohm Abiyasa said...

Suka sekali, rona tulisanmu yang ceria dan mengalir.

:D

Tria nin said...

sungguh ini tidak ceria, terima kasih ya :)