2.11.11

22 kersen

Jam 14.00 lebih entah, kebosanan melanda, segera saya meninggalkan komputer di ruang siar, berjalanlah saya ke samping radio. Ah pohon kersen yang sangat ranum seperti menyapa saya, sini sini cepat kemari. Ingatan menjadi berputar menjumpai masa lampau,oh begitu saya sangat menyukai buah kersen. Dulu dirumah saya ada pohon kersen, setiap berbuah, saya memanjatnya, tak boleh satu pun orang menganggu. Jika mendengar kakak berteriak segeralah turun dek dari pohon itu, seharian mood saya bisa berubah mencekam. Sungguh, pohon kersen ini membuat pikiran menangkap beberapa objek disekitar menjadi lambat bercampur nostalgia yang cerah.

Lalu segera saya meminta ijin ke ibu hadi, pemilik pohon kersen, ibu hadi mengangguk tersenyum membolehkan saya mengambil buah kersen di pohon. Ibu hadi  memberikan tiang pendek  untuk mengambil  buah kersen di pohon itu. Saya harus berusaha keras, berjinjit-jinjit meraih kersen. Seru ! Berjinjit-jinjit meraih satu buah kersen rasanya seperti ribuan kesenangan melesat cepat. Lalu yang ada ayo-ayo segera ambil buah kersen di dahan yang lain. Lalu saya sibuk mecari-cari si merah si kersen cerah. Ketika saya merasa lelah, saya memutuskan untuk berhenti berburu kersen. Saya mengucapkan terima kasih ke ibu hadi, lalu segera menghitung jumlah kersen yang saya peroleh. Hasil panen kersen ini adalah 22. Oh bahaya! Saya teringat 22 dreams, lagu yang nge-hits sekali dari paul weller. Lalu segera saya hidupkan mesin pemutar musiknya, terdengarlah paul weller-22 dreams, serunya hidup ini semesta, terima kasih ya atas 22 kersen merah yang sungguh bahaya .


I HAD 22 DREAMS LAST NIGHT
AND YOU WERE 21
THE LAST ONE I SAVED FOR MY SELF
JUST TO SAVE MY SOUL

I GET CONSUMED BY YOUR FIRE AND GRACE
I LOSE CONTROL WHEM I`M IN THAT PLACE

No comments: