16.10.11

Hadiah Akhir Musim

Sound of season UWRF fundraiser With Paul Kelly
Sabtu, 8 oktober 2011

Photographed by Gosfield


Jumlah mata-mata  kehangatan dan kegembiraan memancar dari panggung di sebuah kafe bezelnut, ubud, beberapa penonton keluar masuk membawa musim yang berbeda-beda, warna baju yang berbeda, langkah kaki pelan dan cepat menyusupi bezelnut. Sabtu malam bernomor 8 di kalender oktober, 2011 , beberapa peserta ubud writer festival 2011 berkumpul di sebuah pesta akhir musim “Sound of season (Ubud Writer Festival) UWRF fundraiser With Paul Kelly “ , mereka sepakat untuk membuat sejarah, memberikan hadiah akhir musim untuk festival  tahunan  yang menjadi salah satu dari 6 festival terbesar di dunia, menurut majalah Harper Bazaar UK.

Perempuan berambut  pirang, berkulit kopi latte membuka pesta musim dengan senyuman musim dingin, dia adalah Salenna godden,  Sastrawan perempuan berjiwa punk dari  London telah membunyikan alarm bahwa pintu siap dibuka, dan pesta musim panen dirayakan. Percayalah, ada banyak ruang  yang menakjubkan dalam pesta musim ini, dari  prolog sangat punk dan nakal khas salena godden yang membacakan sebuah puisi berjudul “the boxer’.  Kata-kata meninju jantung, membuat tubuh melambung. Panas

Penonton  datang dari musim yang berbeda-beda, merayakan pesta dari sebuah festival yang bertema “Nandurin karang Awak, Cultivate the land Within”,   Ini adalah wahyu  dari Pedanda Made Sidemen, sastrawan  legendaris dari Bali, yang  memberikan ruh Ubud Writer Festival 2011.  Marilah mengolah pekarangan kita sendiri selayaknya kita mengolah diri kita sendiri.  Analogi yang sederhana ini larut dalam musim panas yang berhasil diciptakan Kartika Jahja, seorang performer dan vokalis dari sebuah band “Tika and Dissidents’ . Bayangkan perempuan ini bersuara menyanyikan lagu hadiah untuk akhir musim, 4 lagu dari berbagai musim pun mengalun panas dan  cantik, seperti  lagu khas para ibu-ibu petani genjer-genjer dan bengawan solo yang membius imajinasi penonton berguguran. Malam itu Kartika Jahja bekerjasama dengan Dadang SH Pranoto, vokalis Dialog Dini Hari dan gitaris dari band Navicula. Dan sungguh, hasilnya adalah musim semi.

Orang-orang berlalu lalang, sebuah pengharapan memoar  yang berbeda, sebuah cerita, musim dari seorang lelaki bernama Paul Kelly, kelahiran Australia yang dibaptis menjadi  seorang pendongeng. Panggung berubah menjadi ladang yang berbunga-bunga, duduklah seorang lelaki punk yang memutuskan membuat buku dongeng, dengan tenang Kelly membuka memoar, beberapa potongan pengakuan, menceritakan sejarah Kelly, baik pribadi dan keluarga, seperti menyanyikan esai kecil di dapur, menciptakan saos yang tepat untuk makan malam bersama. Maka paul Kelly mendongengkan kita dengan nyanyian balada. Kelly tidak sendirian, seorang sahabat bernama Lucky oceans menghangatkan malam dengan membawakan beberapa lagu yang menggambarkan catatan harian yang terangkum dalam “How to make gravy”. Orang-orang bertepuk tangan, senyum lebar terbentuk dalam sebuah malam 4 musim yang humanis, Sungguh, ini adalah hadiah akhir musim yang menggairahkan. 


Ubud, 9 oktober 2011

5 comments:

Ida Ayu Melati said...

lama tak jumpa :)

Tria nin said...

halo apa kabar?

Ida Ayu Melati said...

kabar baik disamping kabar tidak baik :)
Km? sibuk?

PS: ya, ubud memang indah...

Ida Ayu Melati said...

apa pesanku menghilang?

Tria nin said...

aku lagi bosan maksimal heheh, wah aku ingin ke ubud lagi, tetap SEMANGAT ya :)