23.10.11

kurung siku

Gambar dua kepala merah hitam tergantung di dapur aku tak sempat mengukur berapa jarak dua kepala yang tergantung. Kompor gas mati, disampingnya botol kecil terbuka berisi burung-burung kertas yang terbuat dari hati, tutupnya hilang. Yang ada cangkir kosong dan kucing kelaparan. Rumahmu kosong. Semuanya kosong, yang tertinggal adalah kata-kata terbaik yang pernah kita teriakan di dekat jendela, lalu kita tertawa lebar.
Gambar jari di tembok ada dua, jaraknya tidak terlalu dekat, seperti pulau yang terpisahkan laut,didalamnya kapal rusak dan beberapa peninggalan yang tergeletak pada lalu lintas pikiran. Bukan mati, tidak mati, bukan itu tepatnya. Aku buka semua jendela, aku panggil tepuk tangan yang pernah kita gemparkan di lantai dua. Cd mixtape-nya sudah tidak ada, mungkin diculik oleh hantu yang memburu sejarah yang tertinggal di pintu. Aku mendengar tetanggamu berisik sekali, aku mendengar tetanggamu berisik sekali mengusik kata-kata terbaik yang menggema pada tembok-tembok kamar. Baju-baju berserakan aku masukan kedalam tasku. Aku ingin segera  pergi ke binatu, mencuci jantungku.

Minggu, 23 oktober 2011

No comments: