15.8.11

Sumeleh

Seharusnya tidak begini, seharusnya tidak aku kirim berulangkali, seharusnya tidak ada pertanyaan yang sama setiap hari, pikiranku seperti teracak memasuki keranjang, dilempar dan BUM, entah kemana. Tak ada lagi perasaan-perasaan yang merekah, ah memori apa ini, aku seperti teringat sesuatu, tapi aku tak yakin apa itu. Perubahan gerak, suara langkah kaki bisu, seharusnya aku tak mengirimkan pesan itu ke semesta, seharusnya aku tak mengirimkan sesuatu yang sama, seharusnya aku tak begitu. Aku teringat lagu-lagu lantai dua, mengetuk pintu rumah. Pintu tak terkunci, aku duduk di dekatmu. Ah memori apa ini, aku bisa mendengar ketukan dada dengan jelas sekali, aku bisa mendengar kemarahan. Aku duduk sendiri, telepon genggamku bunyi, pesan pendek dari kamu, SUMELEH.

No comments: