15.8.11

Pesan di depan pintu

Aku bersembunyi pada tubuhku sendiri, melingkar mencium baju tubuhku, lekukan ini mula menjadi mimpi buruk malam-malamku. Terbangun karena kamu, lagi terbangun karena kamu. Di manapun aku mengirim pesan untukmu, ketika siang ini aku masuk ke apartemen, yang tertinggal adalah jam dinding merah lelah, tapi ini bukan waktuku, aku yakin ini waktumu. waktu kita berbeda, itu yang kuingat darimu.  Yang tertinggal di tangga adalah quote-quote terbaik yang kau teriakan, gambar wajah tersenyum tergantung di dapur, kaleng-kaleng terbuka sengaja karenamu, ini bukan penjara, aku buka saja,kata-kata itu terngiang di telingaku. Sepatu rusak di dekat kamar mandi, catatan-catatan pelupa tenggelam dalam cangkir kopi. Kutinggalkan kunci, berlalu,yang ada hanya lalu di depan pintu.

No comments: