4.3.11

Sunya

Tubuhku menemuiku beberapa waktu yang lalu, dia bilang akan menerkam, menggeram dengan sangat keras, tubuhku menjadi harimau pada lipatan pikiran, seperti agung bunga, tak terkecuali jika kamu mau menolaknya, perlahan-lahan kekurangan berubah menjadi sandaran pada dinding, tak ada rupa, lelap bergembira. Tiba-tiba seseorang berteriak dari belakang, hai kawan.
Aku menoleh, tak ada siapa-apa, hanya desisan ular yang ingin melepaskan energi, sementara itu aku melihat tubuhku seperti akan mati, segera . Segera, begitu saja. Memasuki rak-rak yang lumpuh berisi ribuah sejarah, pada kebutuhan pesta, flower minds, melepaskan energi, bersinergi.
Tak ada kata Lupakan. Tiba waktunya aku bergembira pada apa saja, pada ruang yang terbakar, yang tenggelam pada ingatan-ingatan ayat-ayat kitab suci, pesta pikiran, berat tertinggal di bawah sana. Menggigil, aku putar piringan hitam, melengking edith piaf dengan bunga-bunga, ini pikir pesta? Aku ingin tertinggal, aku ingin tinggal disini saja, aku tak mau melupakan apapun, aku tak mau melupakan dendam, aku tak mau melupakan kesakitan apapun.
Tak pernah peduli dengan alarm yang terus terngiang di telinga, seperti berbunyi : tinggalkan kemiskinan. tinggalkan kesedihan, tinggalkan penderitaanmu, tinggalkan sakitmu. Bangkit, lalu hidupkan mesin rollercoaster, berteriaklah sekeras mungkin. Oh tentu saja , aku tidak mau begitu. Hidup,derita,dendam dan goncangan rollercoaster selalu menggetarkan jantungku, aku tidak mencandu, aku tahu itu, jadi aku tidak akan meninggalkan, bahkan melupakan.

Solo, 4 Maret 2011
Terimakasih semesta atas perjalanan ini

No comments: