12.3.11

Laju

Ini cerita tentang pertemuan, pertemuan bisa saya terjemahkan lewat pandangan mata, sentuhan indra, menatap, menyadari energi sekitar, itulah pertemuan. Hari ini, hari dimana  saya harus meliburkan diri dari urusan pekerjaan rutinitas, jujur saya belum terbiasa liburan di hari sabtu, karena sebelumnya saya beristirahat di hari selasa. Jadi bagaimana cerita liburan saya di hari sabtu ?
Pagi ini saya bangun pagi, karena harus ke yogyakarta, ada semacam urusan yang harus diselesaikan hari ini. Kereta berwarna ungu mengantarkan saya ke yogya, selama perjalanan saya melihat jendela, lalu apa yang ada di pikiran saya ? Kira-kira 5 pemakaman saya lewati, pepohonan di kanan kiri, petani bekerja, jembatan, langit, dingin, dan pikiran mengomentari apapun yang saya lihat. Setelah sampai Klaten, saya mendengarkan lagu dari mp3, saya pilih acak saja. Sementara itu saya merasa sendiri di dalam kereta yang sangat padat, entah kenapa pikiran pun menjalar liar, bergerak cepat seperti laju kereta. Tak terasa sampai di stasiun maguwo, penumpang di depan saya turun, saya  menikmati lagu keyboard milk dari Royksopp. Kursi kosong tadi terisi lagi, seorang bapak berwajah senja menduduki kursi itu, saya seperti terbawa arus lagu keyboard milk, seperti memasuki labirin mimpi yang panjang sekali. Bapak tadi mengeluarkan buku kecil dari tasnya, lalu membukanya, ia berkomat-kamit. Saya memperhatikannya, ia membaca ayat suci berbahasa arab, semacam  bahasa arab gundul, saya mengamatinya. Entah kenapa, tiba-tiba saya mematikan mp3 saya dan melepaskan headset dari telinga. Sepertinya bapak tadi sadar sedang saya amati, lalu ia menatap mata saya dan tersenyum. Saya pun tersenyum, ia bersuara " semuanya diawali dari membaca". Saya begitu kaget dengan ucapannya, entah ada semacam energi meluap dan saya merasakannya. Pikiran saya menjadi begitu penuh, merinding, kami berpamitan dengan senyuman. Kereta berhenti ditugu, lalu saya pun melaju penuh haru.

Sabtu, 12 Maret 2011

*saya jadi teringat tentang pertemuan yang lain, sebuah pertemuan tanpa menukar identitas apapun tapi menggetarkan,catatan harian itu saya tulis disini : http://mimpikiri.blogspot.com/2009/06/catatan-harian-tentang-pertemuan-di.html

4.3.11

Sunya

Tubuhku menemuiku beberapa waktu yang lalu, dia bilang akan menerkam, menggeram dengan sangat keras, tubuhku menjadi harimau pada lipatan pikiran, seperti agung bunga, tak terkecuali jika kamu mau menolaknya, perlahan-lahan kekurangan berubah menjadi sandaran pada dinding, tak ada rupa, lelap bergembira. Tiba-tiba seseorang berteriak dari belakang, hai kawan.
Aku menoleh, tak ada siapa-apa, hanya desisan ular yang ingin melepaskan energi, sementara itu aku melihat tubuhku seperti akan mati, segera . Segera, begitu saja. Memasuki rak-rak yang lumpuh berisi ribuah sejarah, pada kebutuhan pesta, flower minds, melepaskan energi, bersinergi.
Tak ada kata Lupakan. Tiba waktunya aku bergembira pada apa saja, pada ruang yang terbakar, yang tenggelam pada ingatan-ingatan ayat-ayat kitab suci, pesta pikiran, berat tertinggal di bawah sana. Menggigil, aku putar piringan hitam, melengking edith piaf dengan bunga-bunga, ini pikir pesta? Aku ingin tertinggal, aku ingin tinggal disini saja, aku tak mau melupakan apapun, aku tak mau melupakan dendam, aku tak mau melupakan kesakitan apapun.
Tak pernah peduli dengan alarm yang terus terngiang di telinga, seperti berbunyi : tinggalkan kemiskinan. tinggalkan kesedihan, tinggalkan penderitaanmu, tinggalkan sakitmu. Bangkit, lalu hidupkan mesin rollercoaster, berteriaklah sekeras mungkin. Oh tentu saja , aku tidak mau begitu. Hidup,derita,dendam dan goncangan rollercoaster selalu menggetarkan jantungku, aku tidak mencandu, aku tahu itu, jadi aku tidak akan meninggalkan, bahkan melupakan.

Solo, 4 Maret 2011
Terimakasih semesta atas perjalanan ini