17.12.10

semoga cepat sembuh

Kepala sebelah kiri saya sangat kaku, perih luar biasa, seperti di depan saya semua terbalik. Saya tahu penyakit itu kembali lagi, seminggu ini saya benar-benar lemah, walaupun semua usaha sudah saya lakukan. Yoga rutin setiap hari, pola makan sehat, meditasi, sudah saya lakukan. Hal-hal baik yang saya lakukan berbanding terbalik dengan keadaan tubuh saya sekarang ini. Kesalahan apa yang saya perbuat ?
Ingatan ketika usia belasan hinggap, beberapa tahun yang lalu di suatu sore hari,  menyapa  jendela, saya terdiam lama. Entah apa, saya berteriak keras seperti ada tembakan mengenai kepala saya, sakit sekali, seperti sayatan pisau mengiris-iris kepala. Setelah itu seperti semua terbalik, balon-balon datang berhamburan menyerang, menabrak tubuh, terbangun di ruang sempit dengan aroma obat dan infus menusuk tubuh. Lalu baik lalu runtuh, lalu baik, lalu tumbang lagi, begitu seterusnya. 
Malam yang geram, balon-balon hinggap, menyerang tubuh, kesadaran penuh merasakan betapa sakitnya. Ah kepala, kamu mau apa?
Maka boleh saya bilang, tadi malam adalah malam terberat, untung saja seorang teman lama menelpon, ia  menceritakan senja, saya pun redam. Pagi tiba, kira-kira jam 1 lebih entah, kami harus mengakhiri perbincangan. Mata pun tak bisa terbenam, jantung berdetak cepat, kepala sebelah kiri saya terbeku, kekuatan yang bisa saya keluarkan adalah menelpon lelaki, ya pagi yang ricuh, mendengarkan suaranya saja lalu cerita-cerita mengalun begitu saja, kabel hidup memasangkan jiwa kami. Karena saya bukan tuhan, saya tidak bisa menerka bagaimana tembakan mengenai kepala saya. Di tengah obrolan yang damai, pelan-pelan balon-balon itu menyerbu, seperti tubuhku menyusut, darah segar mengalir dari hidung, tidak mau berteriak, tidak mau. Merasakan sakit, menusuk. 

Terimakasih semesta atas perjalanan ini

No comments: