10.12.10

Catatan Menstruasi 1.7

Jalan-jalan berjejalan, tubuh lusuh terbang ke sana kesini, lalu kesana lagi, tak tahu arah mana, jangan-jangan mati atau tertiup, lapuk. Karena angan yang memburai ke angkasa, mata-mata berjumpa di meja coklat, gerak bibir menjadi berani, tak ada kesakitan yang hancur. terlalu hancur,tak ada. Diawali dengan tertawa-tawa, tiga perempuan memulai pesta dengan kepal mantra di tangannya, meluap, mari meluap. Hujan luar luap, tubuh-tubuh meluap.
Perempuan pertama bungkam, matanya nyala, ke angkasa. Perempuan ke dua menghembuskan asap kretek, terbang kesana kemari, mungkin ke surga. Perempuan ketiga membelah dada, menghujam genderang pikirannya sendiri. Sendiri-sendiri dekat di meja, kata-kata terbang ke udara, berlarian kesana -kemari. Perbincangan merah, alur yang renyah. Seperti kupu-kupu menguntit perbincangan kami, lalu menjadi peri, melahap keterasingan, meja menjadi ramai, rami pikiran perempuan sendiri. 
Lalu seperti tubuh-tubuh terpotong-potong, terbang  lalu lalang, berjumpa menyapa perempuan satu, lalu tiga atau dua. Payudara indah tergeletak di meja, mata-mata menyala menjadi kunang-kunang indah, jemari menjadi peri, semuanya pesta melahap merah, melahap hari yang merah. Bibir gejolak, telinga dentang, pipi demam, merah menyala. Terbang lalu lalang di atas meja perjamuan perempuan, merayakan rentang panjang. 
Oh demam datang, demam tubuh sendiri, mengelupas sendiri, mengering sendiri, subur mengubur sendiri. Ah dunia, ini demam, tak juga berkesudahan. Aku melambung, dentuman semakin keras.Jalan-jalan berjejalan, memungkinkan perbincangan yang harus di meja ramai, Aku bisa jadi perempuan satu, dua, atau tiga. Atau Aku adalah ketiganya. Gelombang tutup mengatup, begitukah caranya? atau aku yang demam saja.
Hari yang merah, perjamuan yang marah, tak ada lagi srigala, yang ada hanya potongan-potongan tubuh saling menyapa, mengelupas, kering dengan sendirinya, begitu adanya saja. Tubuh utuh menyampaikan kesadaran yang luar biasa, ramai begitu adanya, merah begitu adanya, marah begitu adanya, begitu nyata, begitu saja. 

No comments: