10.12.10

Catatan Menstruasi 1.6

Terbang mengembara melalui jalan-jalan terbuka dengan sendirinya, karena tubuh ini seperti mengintip beberapa hal yang tak terjamah oleh gerak, aku bersandar waktu tercipta, pikiran berkelebat hebat, aku berterus terang pada cuaca yang mulai merayu tubuhku, seperti ada teriakan di kanan kiri, sebentar lagi kau akan menjadi serigala, sebentar lagi kau akan menjadi serigala, lahap semua yang terbayang disisimu, itu semua, jangan sampai ketinggalan.Kerontang, demam tak berkesudahan, kursi pun tak lagi mampu menampung tubuhku, seperti pelan tubuh ini menjadi sesuatu yang lain, tubuhku menjadi semakin berat hebat, pikiran berkelebat cepat, suara kanan kiri, serigala-serigala menyatu, serigala kau serigala.
Tangisan tak menyelesaikan semua, seperti berderet pisau rapi menembak dengan kecepatan kilat, terkena rusuk, lalu yang ada merah, tak ada perih kataku, apakah aku cermin?
Cermin tak pernah berdusta, tak ada rangkaian yang lalu lalang , aku bergulung-gulung , yang ada hanya tanah dan merah, dimana cermin? apakah aku cermin? apakah aku benar-benar serigala ?
Duduk sendiri, bergemuruh sendiri diruang bergerak melewati yang tersisa, aku serigala, tak ada menerkam, tak ada diterkam. Serigala hanya ingin bergemuruh, sendiri.

No comments: