10.9.10

DREAMER

Isu atau informasi tentang global warming, isu tentang pertanda perubahan jaman, isu tentang hama, isu tentang penyakit, isu tentang kerukunan berbangsa, beragama dan banyak isu lainnya yang sering menjadi masalah yang meresahkan dan sulit untuk berbuat masa bodo untuk tidak ikut memikirkan. Pada tingkatan tertentu isu permasalahan itu mempengaruhi jalan pikiran orang-orang untuk berbuat sesuatu. Salah satunya adalah menjadi seorang pengkayal atau mimpi. DREAMER. 


DREAMER adalah tajuk pertunjukan yang dipilih dan dipersiapkan untuk mewadahi tiga pertunjukan hasil karya Yasmita D.N dengan judul "Kaki jerami". Heri suwanto dengan judul "Scents" dan Djarot B darsono dengan judul "Menanti hasrat untuk mengharap". Karya-karya tersebut adalah visualisasi mimpi mimpi koreografer yang menyoal tentang hubungan personal manusia dengan manusia, manusia dengan alam lingkungan. Kalau melihat kedalam lagi "nuansa kering atau kekeringan" menjadi metafora yang mewarnai tiga garapan tersebut.

"Scents" karya Hery suwanto, karya ini terinspirasi dari suasana kerinduan terhadap kampung halaman yang terletak di pesisir pantai utara jawa, khususnya di desa bernama Wirodesa, Wonokerto Kulon Kabupaten Pekalongan. Kehidupan nelayan yang keras, dan gemuruhnya ombak menghepas ke karang yang keras, desauan angin. Harapan-harapan keluarga nelayan terhadap samudra biru adalah suasana yang mewarnai garapan ini.

Sementara daratan menunggu
menanti penuh harap
kamipun hanya bisa berdoa

"Kaki jerami" karya Yasinta DN, karya ini mencoba untuk mengeksploitasi suasana-suasana alam pedesaan beserta sawahnya yang konon diceritakan sangat melimpah dengan hasil. Konon untuk hasil melimpah tersebut, petani mempunyai ritual-ritual untuk menanam, untuk mengusir hama, salah satunya dengan cara selalu mengganti jenis tanaman palawija dalam sekian musim, dan cara mengusir burung, yang semua itu menjadi rangkain sistem kerja bersawah dan berladang. Tetapi di era pergeseran sistem dan cara, gaya hidup sekarang ini harus bagaimana? 
Berpancatan dari masalah tersebut garapan ini mencoba untuk mengeksploitasi keberadaan orang-orangan yang terbuat dari jerami dan dipasang ditengah sawah, digunakan untuk mengusir burung. Orang-orangan tersebut diharapkan bisa menjadi sebuah metafora perubahan dari sistem, gaya, cara dan sistem hidup.

Saat padi mulai menguning
Dengan ritual aku hadirkan
tubuhku membantu sang petani
mengusir burung
Hamparan sawah menjadi halaman bermainku
Kini halamanku mulai menghilang
hama tak hanya burung

Aku sudah tidak menakutkan lagi, Kehadiranku sia-sia

Dimanakah tempatku kini
Tergusur sudah hadirku


"Menanti hasrat untuk mengharap" Karya Djarot B. Darsono, Gerimis yang hanya sebentar dan tak mungkin mampu menyiram tanah untuk menjadi basah, setelah hampir sekian puluh tahun kering. Tetapi bau tanah yang sedikit basah memberi harapan seorang tua si tukang jahit. Dia duduk dibawah pohon yang kering, matanya memandang tajam jauh kedepan. Bibirnya bergerak seperti berbisik atau membacakan mantra-mantra.." tubuhku sudah mampu berpikir karena sarat dengan pengalaman masa lalu yang tidak bisa disebut sebuah panorama yang menyenangkan dan indah yang sekarang terbentang dibelakangku, sedangkan jarum dan benang yang kubawa ini akan kuberikan kepada siapa ?. Mungkin masih sekian puluh tahun lagi jarum dan benang ini bersamaku. Dengan ujungnya yang tajam ini dia masih mampu untuk mencari dan menunjukan kepadaku pegunungan, perbukitan dan lembah-lembah yang menyimpan makna. Akan kutempuh bila aku ingin.






Aku juga sangat menyesal mengapa aku juga harus menyaksikan masa lalu yang runtuh ketika aku berjalan ke depan, tetapi aku sedikit lega dan merasakan bahagia setelah aku melihat warna warni reruntuhan itu, kuanggap berwarna kelabu. Sebenarnya, karena aku tidak mau dimanjakan oleh masa silam, dan pada saat yang sama ini diusiaku yang sekarang aku juga tidak mau dicemasakan oleh masa depanku.


PERFORMANCE STUDIO TAKSU in Dreamer

Teater Arena Taman budaya Jawa tengah surakarta
23-24 agustus 2010

Thanks to : diah apriliani

Terimakasih semesta atas perjalanan ini

No comments: