21.8.10

Peron

Peron, sebuah tempat  transit penumpang kereta api, ada berbagai macam aktifitas di peron, energi haru, airmata,canda tawa, lamunan liar semua berputar di peron. 120 menit saya di peron stasiun lempuyangan, Yogyakarta,  menulis di buku catatan harian tentang perasaaan-perasaan, degup jantung yang melahap pikiran, mual.


Mata kereta
Perang mata-mata
diantara gegap kaca kereta
lalu aku menekukmu
menjadi mata-mata


Pulang (I)
Suara mesin, melahapku
Peron, tempat tunggu sayu
Gadis gaun hitam-hitam , layu
Seseorang menerjangnya dengan tanya besar
"Apakah kamu akan ke pemakaman?"


Sesudahnya, rel sepi, kelam


Pulang (II)
Kerikil diinjak setiap hari
itu kuasa kereta api
Tak mustahil dinjak pikiran sepi
itu kuasa pikiran berapi


Aku mengigil
tidak setegar kerikil 


Rel surga 
Bayangmu terbang 
kepulan asap kereta
Membawa tubuh melayang
Kita mau kemana ?


Ke surga, 


mari terbang, melayang..


ketok-ketok pintu gerbang !


Lalu lalang 
Yang ada lalu lalang, kereta api
melahap karma terbang ke udara
berulang kali kau bertanya, kamu mau kemana ?
Handphone berdering
aku mematikanmu
berulang kali, berulang kali, mati
Kau disana, bayangmu di ujung kereta
menerjang detik, semu
layu
kaku


Pisau (I)
Kamera menangkapku
dari kejauhan
Aku tulis dengan geram
Aku ambil pisauku, menusukmu 
sampai nafasmu habis
terkikis !
Lalu, aku lempar kameramu ke surga sana 
habis !
Aku terbahak,
duduk di kursu tunggu,
peron lucu
nerakaku!


Pisau (II)
Menunjuk hampir 12
Aku dilahap waktu
2 jam lekas
tak ada yang berubah
pikiran ini menerjang
ingin meracunimu
deritamu
lalu pelan-pelan
melahapmu, menuju
kematianmu


Perjalanan kereta 
Anjing-anjing berlalu membawa mataku
menuju pemakaman, dukaku ?
Tak ada, 
Selepasnya lolongannya menerkamku
Seperti ?
tak selesai, tak selesai
tak selesai, ketakukan adalah ketakutan
jangan pendam, jangan
redam, jangan
jangan


Stasiun lempuyangan,Yogyakarta
19 agustus 2010




Terimakasih semesta atas perjalanan ini

No comments: