16.8.10

Melihat awan

    pic
Membaca sebuah brosur untuk hari peringatan sehari tanpa TV, tanggal 25 juli 2010, bibir pun mengembang hangat, kenapa eh kenapa ? 
Jadi saya membaca begini, selain menonton TV, ada kegiatan alternatif yang bisa dilakukan yaitu melihat awan. Ah tentu saja, ingatan saya mengembara gemerlap. Melihat awan, tentu saja tidak asing bagi saya. Ketika saya masih kecil, setiap sore ayah atau ibu saya mengajak jalan-jalan ke daerah persawahan dekat rumah. Ayah selalu meminta saya untuk melihat awan keatas, lalu kami bermain dengan awan-awan itu. Entah kenapa, suasana hati begitu mempengaruhi gerak-gerak awan itu. Hal-hal yang masih saya ingat sampai sekarang, pernah ketika saya dalam keadaan dendam, penuh amarah, saya melihat awan membentuk kepala raksasa yang seakan-akan membuka mulutnya untuk menerkam awan di depannya. Pernah juga dalam keadaan ceria berwarna, saya menemukan awan berbentuk muka tersenyum, bunga mekar, sapi dan masih banyak lainnya. Sampai sekarang saya percaya, semesta merasakan apa yang saya rasa. Kadang pun dalam keadaan datar , menyapa awan-awan yang terlahir berkali-kali, berurai membentuk segitiga, lingkaran, gelembung-gelembung lucu. Ah sungguh haru.
Oh ya, belum lama juga ya, ketika event SIEM di stadion sriwedari, ketika asyik menyapa langit dan mendengarkan musik yang dibawakan pipa woman dari cina di SIEM. Terkejut, senang dan entah saya melihat sekumpulan awan diatas membentuk seperti naga. Oh semesta, saya tahu semesta menikmati alunan musik di malam itu. Lalu perbincangan pun mengalir begitu saja, saya dan rekan kerja saya si tomi malah asyik mengamati tarian awan-awan di langit. 
Lalu, kejutan selanjutnya adalah ketika saya dan teman-teman asyik menikmati permainan Dewa Budjana di panggung, tiba-tiba saya mendongak keatas, rasanya dekat sekali, tepat diatas saya, awan membentuk simbol cinta ♥, oh tentu  semesta juga merasakan romansa malam yang sungguh indahnya. oh begitu.

pada awan gemawan, menatap awan, pada hari-hari yang sungguh begitu. 



*catatan harian bulan juli, baru bisa diuplod sekarang :)

Terimakasih semesta atas perjalanan ini

No comments: