22.8.10

Me time


Me time, sebuah waktu yang saya luangkan untuk  memanjakan diri, sendiri saja, tanpa siapapun. Saya sangat menyukai dan menghargai me time saya, hanya sendirian saja. Berjalan menyadari langkah kaki ini, menuju suatu tempat, bisa jadi ke taman, perpustakaan atau toko buku,  bisa jadi memberi makan ikan, menyapa rusa, kemudian meditasi. Lalu dimanakah tempat favorit saya?
Pukul 5 sore, saya sangat menyukai waktu ini saat bayang daun mulai lelap, senja menyapa asa, saya melangkahkan kaki ke taman balekambang, sebuah taman yang dekat dengan radio, tempat saya bekerja. Pohon rindang, rumput hijau, taman bunga, daun-daun tersenyum asyiknya, rusa lincah berlarian, merpati menarik hati, angsa berdansa ke kanan ke kiri, ah iya semuanya hanya di sebuah taman yang dahulunya bernama Partini Tuin ini. Pasti ada yang bertanya ya, siapakah Partini Tuin itu? Ok, jawabannya adalah seorang putri Mangkunegaran tertua. Tetapi saya kurang tahu, kapan tepatnya nama Partini Tuin berubah menjadi Taman Balekambang. 
Sekitar 10 menit lebih entah, saya berjalan kaki menuju taman, biasanya saya meditasi jalan kaki dari radio menuju taman. Sendiri, mengamati pikiran, sekitar dan langkah kaki. Rasanya semuanya riuh, ricuh, jalan kaki mendengar motor beradu, klakson menderu, pikiran seru. Sore yang lelap, jika orang-orang keluar taman untuk pulang, maka saya datang, pikiran dentang. Taman mulai sepi, pikiran beradu. Saya menjumpai rusa, lalu mengajak ngobrol sebentar. Berjalan kaki lagi, dengan bekal makanan ikan yang sebelumnya saya beli di pasar burung depok, saya menuju kolam Balekambang. Saya memberi makan ikan yang ada di kolam, rasanya sungguh bergetar. Sekali saya menabur makanan ikan, lalu ikan-ikan dengan cepat melahap cepat. Mereka menyerbu cepat, rasanya sedih ketika ikan-ikan itu harus saling menyenggol, berebut, melawan hanya untuk makan. Pernah terbayangkan, seolah-olah ikan itu adalah manusia-manusia yang berebut mencari makan, dengan segala cara sampai saling menjatuhkan hanya untuk makan. Pernah terbayangkan tidak ? Ternyata tuhan dan semesta mengharu biru, sedih melihat tingkah laku seperti itu. 

Setelah ritual memberi makan ikan, saya mencari tempat duduk kosong, merilekskan tubuh dan pikiran ini. Mata terpejam, kelam datang, cicit burung, desah angin, deru bis besar, motor, klakson, udara sejuk menggelayut, meditasi. Menyadari menjadi begitu riuh begitu adanya. Sampai suara adzan maghrib berbunyi,nyala lampu menyapa, saya memutuskan untuk berlalu, pulang. Menurut saya,  me time di taman balaikambang adalah seperti me time di surga yang diimpikan dalam kitab suci. 

Sebenarnya ada  kegiatan me time asyik lainnya yang biasa saya lakukan, seperti berburu buku bekas di sriwedari, menjelajahi toga mas dan gramedia, menuju surga stationary di swalayan, berburu kaset bekas, memasang playlist kesukaan, yoga, meditasi di vihara, meditasi di taman, meditasi di rumah, meditasi di jalan, meditasi dimana saja, ya itu semua adalah me time yang menyenangkan buat saya. Luangkan waktu untuk diri sendiri, selamat menyadari , Happy "me time" for yourself !





Terimakasih semesta atas perjalanan ini

No comments: