4.8.10

catatan menstruasi 1.4


   pic
Tubuhku malam itu menggeliat di atas putih tidur, merah mengajak berbincang tentang duka. Aku tidak akan kemana-mana, rumah ini menampung rumah marah. Berkali-kali aku mengendap-endap, lalu aku bertanya. kenapa bersembunyi ? 
Senyum aku kulum sendiri, benarkah mara-mara berkumpul dalam tubuhku ? 
Mereka-mereka berkata produk pikiran yang tersimpan dalam kitab melarangku berdoa, aku merah dan kotor, katanya. Aku mengeja beberapa luapan yang mampir dalam tubuhku. Aliran dalam tubuhku, kesakitan mengendap, kenapa aku harus mengendap-endap ? bersembunyi dari segala aturan-aturan yang membuatku lusuh.
Aku merah, Ketik tanda , aku baca , rasa-rasa tubuhku, aku merapal harapan-harapan dalam semesta. aku tidak peduli apa kata mereka. Aku merah, menikah dengan semesta, aku entah baik dan buruk mereka. Doa-doa melambung diudara dalam merah, dalam hening tubuhku, aliran-aliran deras tubuhku bergerak cepat, doaku resap, aku resap, mantra-mantra terbang, menggandeng tangan semesta. Malam itu , aku terbangun dalam merah. aku menikah dengan semesta, dalam merah. 

Solo, 5 Mei 2010

Terimakasih semesta atas perjalanan ini

No comments: