31.5.10

on genealogy of Melancholic Bitch









photographed by Alfonsus Lisnanto Gathi


Mengutip Anna Karenina: Seluruh keluarga bahagia selalu sama; keluarga tidak-bahagia, selalu tidak berbahagia dengan caranya masing-masing. Melancholic bitch adalah keluarga sederhana yang berkumpul dari pikiran riuh keresahan di akhir tahun 90-an. Sederhana saja, melancholic bitch menjeritkan kondisi zaman dengan menyadari suasana riuh, sepi disekitar dengan bebunyian yang mereka pilih.

Jika berbicara tentang sejarah, akan panjang sekali diceritakan. Jadi mari kita masuk saja ke rumah sederhana melancholic bitch dengan suasana apapun yang kita rasakan. Rumah Melancholic bitch berada di Yogyakarta dihuni oleh Yosef Herman Susilo (Electric-Acoustic Guitar, Mix-Engineer), Ugoran Prasad (Voice, Lyric), Teguh Hari Prasetya (Bass, Keyboard), Yennu Ariendra (Electric Guitar, Synth), Septian Dwirima (drum).

Masuklah rumah ini, bukalah pintu-pintu , resapi ruangan-ruangan. Ruangan utama mengingatkan tentang lirik tajam, musik pop, beat elektronik Melancholic bitch. Ini adalah semacam ingatan ketika eksperimental dan ekspresivitas melancholic bitch bermain dalam Parkinsound III (Juli 2001). Ya, suasana melancholic pun tercipta.

Ketuklah pintu , masuklah ruangan yang mengingatkan kita tentang pertunjukan di Ndalem Joyokusuman, ada sebuah cd bersampul merah, lalu dengarkan cerita-cerita yang dinyanyikan ugoran prasad. Melancholic bitch live at Ndalem Joyokusuman tahun 2003 adalah EP yang pertama kali mereka buat. Di dalam EP ini berisi 4 lagu, salah satunya adalah musikalisasi puisi Sapardi joko damono yang berjudul Kartu pos bergambar jembatan golden gate san fransisco. Jika ingin mengenal lebih lanjut tentang Melancholic bitch, masuklah ke sebuah ruangan dengan pintu bertuliskan “anamnesis”. Didalam ruangan ini kita akan menemukan album pertama melancholic bitch “anamnesis” (tahun2005). Album ini terdiri dari 11 lagu yang menceritakan tentang beberapa riwayat, kenangan, penyakit pada masa lampau. Dan “tentang cinta” yang membusuk dalam lagu-lagu adalah lagu yang mengendap dalam album ini.

Memasuki taman bermain melancholic bitch. balada Joni dan susi, Joni dan susi adalah anak muda, anggota masyarakat kelas pekerja, latar pendidikan menengah tanpa jaminan masa depan. Ada kehidupan sehari-hari, kisah kasih, ilusi kebahagiaan, harapan, pelarian, keputusasaan dan pantulan dari mereka-mereka yang melawan. Ini adalah cerita tentang pasangan yang berjuang menghadapi masalah dunia, negara dan orang-orang di sekitarnya. Ya, sebuah kisah cinta yang sangat politis. Semisal, mimpi-mimpi di tv yang mengadiksi orang-orang juga diceritakan dalam lagunya “ Mars penyembah berhala. Melancholic bith juga berkolaborasi dengan penyanyi kua etnika, Silir dalam lagu Distopia. Sebuah lagu tentang janji Joni dan susi untuk selalu bersama, ini obsesif dan distopik. Tapi harus. Bersama sama selama-lamanya.

Dengar, resapi dan sadari balada joni dan susi di album ketiga melancholic bitch di tahun 2009. Pada album ketiga ini, Melancholic bitch berkolaborasi dengan Wiryo Pierna Haris (guitar), Richardus Ardita (bass, voice), and Andy Xeno Aji (graphic, drawing).

Keluarga melancholic yang terbentuk dari keresahan dan keretakan ini sudah berusia 12 tahun , Jika dihitung-hitung Melancholic bitch tidak terlalu sering bermain di atas panggung. Tapi ini yang luar biasa, sekali bermain di gigs, selalu memberi kesan dan makna yang mendalam. Melancholic bitch juga bekerjasama dalam sebuah pertunjukan teater, seperti “Waktu Batu 3; Deux Ex Machina dan My Feelings for You” (Teater Garasi, 2004).

Di dalam Rumah keluarga Melancholic bitch ini terdapat berbagai macam cerita, walapun beberapa anggota keluarga sibuk dengan kegiatan masing-masing, Seperti Ugoran prasad berkolaborasi dengan Intan paramaditha dan Eka kurniawan mengerjakan sebuah proyek menulis Tribute to Abdullah Harahap. Yennu Ariendra juga mempunyai proyek musikalisasi puisi dengan dina oktaviani.Yosef Herman Susilo sibuk bermain dengan kedua buah hati tercinta. Sedangkan Septian Dwirima sibuk dengan keluarga drum-nya.

Dan ini dia beberapa hal yang mereka pendam, khusus diceritakan untuk pembaca DAB, ternyata si ugo sedang merindukan motor kesayangannya si pitung yang hilang dijarah ketika terjadi kebanjiran di rumah kontrakannya. Sedangkan Yennu yang sering mengalami salah potong rambut ini ternyata suka menulis , tetapi belum niat untuk mempublikasikan. Yennu juga hobby bermain dengan kucing yang manis. Si gitaris Yossi ini teringat masa keemasan ketika menggimbal rambutnya. Sedangkan Aan ini teryata gemar dengan dunia fotografi.

Rumah keluarga melancholic bitch penuh beragam cerita, alur, tragedi, komedi, sedih, senang dan kisah-kisah tersebut akan sulit terlupakan.Seluruh keluarga bahagia selalu sama; keluarga tidak-bahagia, selalu tidak berbahagia dengan caranya masing-masing.


TRia Nin , 2010.
*Tulisan ini untuk DAB Magazine edisi desember-januari 2010





29.5.10

Pesta Koran


Hari itu bernama kamis, 20 mei 2010, saya sudah merencanakan sebuah pesta untuk kawan saya di radio, si bangkit. Namanya Bangkit 21 tahun lalu lahir tepat ketika indonesia memperingati hari kebangkitan nasional. Saya membuat undangan berbentuk shura (origami berbentuk bangau) dengan sisipan kertas coklat bertuliskan undangan untuk menghadiri pesta koran.

Jam dua siang, saya memulai membuat pernak pernik dari koran bekas di kantor. Membuat shura, layang-layang, baju kertas dan bendera . Dua jam kemudian, saya berhasil menyelesaikan pernak-pernik dari kertas bekas di kantor. Kemudian dengan bantuan dari tangan ajaib teman-teman sora, kami memulai menghiasi ruangan . Kami menyulap ruangan marketing menjadi dunia koran , sebuah pesta sederhana.
Sebelum memasuki dunia koran, teman-teman yang datang wajib menuliskan satu berita yang mereka bawa di sebuah papan pengumumuman koran. Bermacam-macam berita yang dituliskan, berita pertama kali ditulis oleh si bollie yang menuliskan tentang kabar duka bahwa pada hari itu juga maestro keroncong , gesang, meninggal dunia. Dibawah tulisan kabar duka itu juga ada tulisan kabar berita lainnya dari teman-teman.

Saya senang, teman-teman terdekat datang dalam dunia koran. Suasana pun sungguh meriah. Oh iya, awalnya si bangkit belum tahu kalau pesta ini dipersiapkan untuk merayakan peringatan ulang tahunnya. Dengan modus, saya meminta bangkit dan luna untuk menjadi MC di pesta koran ini. Saya bilang ke bangkit, kalau pesta koran ini untuk menyambut kedatangan ajiez dari bali. AHA ! tentu saja bangkit terjebak, padahal saya , luna dan teman-teman lainnya mempunyai rencana untuk si bangkit ini.


Ruangan gelap, teman-teman diam , kami mendengarkan satu lagu dari lou reed yang berjudul perfect day. Oh it's such a perfect day, I'm glad I spent it with you.Oh such a perfect day,You just keep me hanging on... lagu berakhir, lampu menyala terang . Acara di buka oleh si MC bangkit dan luna masih berjalan adem ayem , kemudian si tomi kriwil menyanyi satu lagu , teman-teman mulai ikut bernyanyi seru sekali. Tomy selesai menyanyi lampu kemudian dimatikan, si tama menghidupkan lilin yang sudah dipersiapkan, kemudian saya bermain harmonica . Teman-teman diam, saya membaca puisi layang-layang. Di akhir puisi saya menyindir bangkit, ditariklah bangkit ketengah. Dan saudara-saudara, tepuk tangan riuh, MC diambil alih oleh si bollie dan si luna. Suasana hangat, seru dan lucu sekali.
Jika biasanya perayaan ulang tahun si empunya yang ulang tahun harus meniup lilin, maka aturan dalam pesta koran ini, si bangkit tidak boleh meniup lilin, aturan wajibnya adalah bangkit harus mematikan lilin dengan kipasan tangan. Tentu saja teman-teman bertepuk tangan memberi semangat si bangkit. setelah selesai mematikan lilin, teman-teman berbicara memberi testimoni untuk bangkit. Ada yang menghujat, ada yang memberi semangat, tentu saja harapan-harapan baik menghambur udara.

Sebelum memotong tumpeng buatan mbak menik, doa sederhana dipimpin oleh si tama. Berbagilah kita membaur menjadi satu dalam suasana hangat. Bangkit mulai membuka kado dari teman-teman. Kemudian Si bangkit, si luna dan si lisa on air di soloradio, memberi kabar untuk teman-teman dirumah. Kami suka cita mengabadikan kenangan dalam gambar bersama teman-teman , oh sungguh mengasyikan.
Belum berakhir begitu saja, teman-teman mengajak bangkit ke mang kopleh. Eh baru sampai depan radio, si nicky sudah siap untuk mengguyur bangkit dengan air beras. Kata si nicky air beras itu untuk tolak bala. Semoga bangkit sejahtera, jauh dari gangguan jahat :)








Setelah pesta, kami berkumpul di wedangan gober , bercerita begini begitu sampai jam setengah dua belas malam. Ah sungguh malam yang hangat dan lekat. Kami memutuskan untuk meninggalkan wedangan dan menuju jalan slamet riyadi . Kami berhenti di depan toko 24 jam dengan kejutan yang luar biasa sekali. Turun dari di mobil disambut dengan seseorang yang kami obrolkan sejak pagi. Bangkit terlihat takut sekali. Saya pun mengangguk, semesta bekerja dengan caranya sendiri.
Terima kasih teman-teman, pesta yang menyenangkan. Terima kasih semesta untuk perjalanan ini, semoga semua makhluk berbahagia.


*terima kasih buat yang motret, terimakasih yang besar untuk agra dan dicky ps , semangat !

Solo, 29 Mei 2010

26.5.10

5 hari lagi menuju juni


JUNI, saya suka bulan ini.Energi yang membuat saya merasakan kematian dan sebaliknya. Saya teringat tentang masa liburan panjang sekolah ketika tahun 90-an. Sebenarnya tidak pergi kemana-mana juga, hanya dirumah saja, tetapi ibu mempunyai kegiatan yang asyik untuk anak-anaknya. Belajar dirumah, menggambar, membaca berbagai macam buku yang dipinjam ayah dari perpustakaan tempat ayah bekerja. Bisa bermalas-malasan, bisa mengulang bacaan 5 kali lebih sesuka suka saya. Intinya tidak ada paksaan apapun.
Juni harum liburan, sebulan dirumah dengan ayah dan ibu benar-benar tidak membosankan, karena disela-sela kegiatan bersenang-senang, saya juga masih bisa belajar menari dan pencak silat seminggu sekali. Ah kegiatan ini memang sungguh bertolak belakang, tetapi saya sungguh menikmatinya. Usia memang sudah berkepala dua, mengenang masa-masa itu membuat saya ingin memutar kembali waktu, tetapi tidak mungkin terjadi , karena saya tidak bisa mundur ke belakang.
JUNI, banyak sekali kenangan datang. Kejadian-kejadian ajaib seperti liburan panjang, sepeda mini merah hadiah kenaikan kelas, manisan dari ibu, hadiah buku harian, bermain sepuasnya dengan kakak, membaca puisi-puisi kacangan waktu lalu. ah rasanya ..

Sebentar lagi Juni , perlahan bergerak, bergetar..begitu adanya saja.

26 mei 2010

Kamu beragama apa ?


Kamu beragama apa ?

Apel

Apa itu ?

semacam segar

Bagaimana kamu berdoa?
Semauku saja, dimanapun, kapanpun.

Apakah kamu harus menghafal doa-doa atau mantra?
tidak begitu adanya saja

Jadi Apel itu adalah agamamu?

Anggap saja begitu

solo, 26 mei 2010
22.55wib

6.5.10

Penemuan Kepala Rusa, Jesus, dan Polpot di Yogyakarta



Jogya Nasional Museum, Jum’at, 30 April 2010, Aku datang ke tempat itu, mataku tertuju di sebuah layang-layang putih tertempel di hitam, aku berdebar melihat kepala rusa melingkar dengan kepala jesus, ah ada apa ini? Apakah aku jatuh cinta dengan rusa ? atau jesus?
Di seberang entah terdengar suara-suara lelaki membuka acara ini, kepala-kepala berhamburan ,di sudut itu didepan layang-layang putih, aku duduk bersama teman , tidak ada jarak tubuhku dengan sang penampil di depan.
Aku melihat senyum itu, duduk dibalik tuts tuts abjad, oh dia frau membuka ruang malam itu , cerita dimulai , membuka lembaran demi lembaran catatan harian gadis manis, Seorang sahabat datang, nadia hatta bermain tenang dengan frau, berdua bermain dengan asyiknya.

Malam yang lapar, kucing dan tikus bermain dengan riangnya, Frau dan wok the rock menyanyikan rat and cat, entah kenapa aku suka sekali melihat mimik mereka berdua. Malam yang padat, tubuhku pun susah untuk bergerak, rupanya banyak yang datang untuk merayakan pesta disini, kepala-kepala berhamburan. Aku sepertinya kenal dengan wajah lelaki itu, ya dia Ugoran Prasad datang mengajak terbang, bercinta dengan Frau terbang ke luar angkasa. Ah, kenapa aku jadi semakin berdebar, sesekali aku mencuri pandang kepala rusa yang melingkar dengan kepala jesus di layang-layang itu, apakah aku jatuh cinta dengan jesus ? atau rusa? Aku limbung.
Menjadi gelap, suara-suara sepatu masuk ke depan, oh apakah aku benar-benar disini ? Wajah wajah bertutup cadar bergambar peri tanpa kepala, energi itu meluap, pekat, gemuruh udara masuk telinga, Aku seperti bergerak cepat, mataku acak berhamburan dalam layang-layang depan, ah kepala-kepala itu, Aku tertegun lama. Para dissidents dentang meluap , pikirku bergerak acak, melihat kepala polpot, jesus, rusa, polpot, jesus, rusa dalam gelap. Perempuan itu membukapesta dengan polpot, energi menguap.Hingga warna merah kedua dia lantunkan dalam red-red cabaret. Oh Aku seperti masuk gelombang, melingkar, memasuki dunia cerita para dissidents, hingga demam dalam fever fairytale.
Pesta itu dimulai , Tika and the dissidents bergerak dalam waktu, entah luap kegembiraanku ketika mendapatkan hadiah kecrekan, aku bisa memainkannya sesuka hatiku. 20 hours mengalun , delirium riuh mengamati mimik Tika & the dissidents yang membuat tubuhku merinding. Obrolan-obrolan kecil yang menghangatkan suasana dari Tika, tatapan mata-mata kepala dari layang-layang, membuat aku asyik dalam pikiran. Aku merasakan tentang petang, hubungan tanpa batas dalam clausmophobia dan aroma-aroma yang membuat aku lelap dalam gendjer-gendjer, ketika mendengarkan lagu ini mataku pejam, perut bergetar.

Oi dirty bastard, aku benar-benar merinding mendengar lagu ini dinyanyikan oleh Tika& dissidents dan Anda. Ya, cukup dalam hati saja, aku merasakan energi kepala-kepala yang membuat tubuhku bergetar dalam hati saja. Lalu aku resap dalam biru syahdu.Energi venus envy datang, Aku menatap ke layar, layang-layang putih, dan kepala rusa dan jesus yang menarik perhatian. Mataku menatap layang-layang semakin tajam, seperi aku semakin dekat dengan harum kepala rusa, kepala jesus. Oh entah apa ini.Kemudian beberapa dissidents masuk , menyerukan oi oi oi bersama dalam mayday, merayakan hari buruh diruang ini, bersatu . Sungguh lekat. Gerakan gerakan itu waktu, aku terhimpit, berdiri merayakan hari bersama Tika & the dissidents. Aku bergetar bertemu kepala rusa dekat kepala jesus bersatu dalam layang-layang. Aku mengucapkan salam sabbe satta bhavantu sukhitatta , keluar ruangan.
Aku bertemu kepala rusa, jesus, dan Polpot . Bagaimana dengan kamu?


Terima kasih yang besar untuk Kongsi jahat syndicate, Frau, Tika & the dissidents (mbak tika, mas susan, mas iman fattah, iga, mutia, mian tiara, inu, iwan, jonathan), Alfonsus Lisnanto, teman-teman sora.
Photographed by Alfonsus Lisnanto gathi