19.3.10

Labirin mimpi 2005, EPISODE 1


Aku mempunyai buku kecil yang aku letakkan di samping tempat tidur. Sejak kecil aku mempunyai kebiasaan menulis mimpi di buku kecil itu, terkadang menggambar saja, terkadang menulis beberapa kata kunci saja. Entah ya, aku semacam membaca beberapa pola dari mimpi-mimpi ini. Ini adalah beberapa catatan mimpi di tahun 2005, di tahun ini aku mempunyai banyak sekali buku labirin mimpi, karena setiap hari hampir bermimpi. Labirin mimpi 2005, have a mimpi indah


24 Mei 2005, selasa
Seperti berada di acara asing, aku bertemu teman-teman SMA, ketika turun tangga , tiba-tiba aja ketemu Desta dan boncu ketawa-ketiwi, Desta pakai baju merah, boncu rambutnya masih kriwil.

25 mei 2005, rabu
Aku nelpon han, eh mailbox, katanya dia mau istirahat, kecapekan. Soalnya besok dia mau shooting di sukoharjo. Kemudian ada petir menyambar, aku membayar telpon di wartel. Datanglah mbak arni , dia membeli obat nyamuk tanpa korek api.

Keluar dari toko, pas aku mau naik sepeda , melihat langit –langit atas , ada bayangan gedung-gedung seperti di kota Jakarta. Tiba-tiba saja seperti di lautan kering, lautan pasir, aku bermain sama anak-anak, aku akrab dengan salah satu anak perempuan. Pas aku Tanya, nama dia “iveb”, Kami sempat berkeinginan ke tempat berlubang, tapi banyak yang mengingatkan. Aku melihat pigura, didalamnya ada gambar kuning berupa tangan yang sangat aneh.

Bayangan gelap

Aku bertemu Edison pas kenaikan kelas, dipapan pengumuman tertulis 8684.

Berlari-lari , pulang, Menyambut kakakku pulang. Dia pulang bersama bule cantik.Ada upacara pernikahan di depan rumahku, banyak orang melingkar dan menari di depan rumahku. Sedang aku kebingungan, kemudian aku masuk rumah.


26 Mei 2005, kamis
Aku dapat kabar kalo yoshi hilang, ada seseorang yang menyuruhku mencari yoshi di sebuah perempatan. Banyak sekali bis-bis lewat, Aku bertanya kepada lelaki berpakaian putih-putih dia bilang yoshi pergi sama andri, dia bilang kepadaku kalau yoshi berada di sebuah angkutan. Aku bertanya ke semua penumpang, tetapi tidak ada jawaban. Diam.

Ada perempuan mendekat , dia mengaku menjadi yoshi. Tapi aku tak percaya, kami bertengkar , kemudian ada anak jalanan datang melerai kami.

27 Mei 2005, jum’at
Aku tersesat di suatu daerah, rumah-rumah berhimpitan, Aku mencari jalan, melalui upacara pernikahan dan bertanya pada salah satu orang asing disana. Kemudian dia memberi arah jalan kepadaku , tapi aku masih bingung.

Temanku widhie memboncengkan aku, dia berhenti di sebuah rumah, sosok perempuan itu keluar rumah, ibu uke guru yogaku bertanya : “ kok sekarang jarang datang?”.


29 Mei 2005, Minggu
Aku disuatu tempat yang mengadakan acara seni, salah satu puisiku dibacain , ada beberapa kata yang tergiang : “ Bukan aku yang membunuh, tapi dia..”,
Aku mendengar tepuk tangan riuh
Seperti ada arus melingkar, aku masuk kedalamnya, aku bertemu dengan mbak lamia, tapi dia sibuk merapikan kain. Aku kemudian membongkar hapenya, angka-angka terbang berhamburan.
Ada lelaki datang menawarkan berbagai macam baju dan celana, yang paling aku ingat adalah celana pendek warna kuning. Kemudian aku terjatuh, koin warna emas senilai Rp 500 aku genggam. Koin ini ukurannya tiba-tiba menjadi lebih besar.
Tiba-tiba aku disebuah bis bernama ATMO, aku hamper terjatuh, kepalaku sudah keluar dari bis. Untung aja bisa masuk lagi, Tapi aku baru teringat TAku ketinggalan dirumah. Padahal aku mau konsultasi dengan dosen , akhirnya aku corat-coret judul dan sedikit uraian per BAB.

FAKTA : keesokan harinya, aku ke kampus dan mendapat kabar kalau dosen pembimbingku keluar kota selama 2 minggu. Konsultasi TA ku jadi terhambat.

30 Mei 2005, Senin
Seperti kembali ke masa-masa SMA, berebut tempat duduk. Aku duduk dengan tubuh seorang lelaki, kemudian aku ijin keluar untuk berdoa, Aku keluar tetapi seperti suasana kampus sekarang.

Banyak partikel-partikel yang terbang, Aku bersama adekku di dalam bis. Bis berjalan sangat cepat, aku pusing, melihat gadis dimasukin lemari kaca . Gadis itu dimasukkan bersama kerangka manusia, tiba-tiba air masuk sedikit demi sedikit.

Aku bangun teriak, tidur lagi.

Seperti di belakang kampus, menunggu bis sendiri. Di seberang jalan, aku melihat han tertawa keras, dia memakai baju hitam .


31 Mei 2005, Selasa

Aku bertengkar dengan monyet, terus aku mencoba masukin monyet itu ke mobil. Tiba-tiba aku melihat kucing kurus, tubuhnya berdarah, kucing itu jalan terus, meninggalkan aku sendiri.


1 juni 2005, Rabu
Seperti di rumahnya Aji, naik ke lantai 2, disitu ada 2 komputer. Kami berbincang saling belajar, disampingku ada anak kecil.

Menelpon han pakai telpon koin , tidak seperti biasanya kami berbincang serius, han minta ijin bentar. Padahal koinku sudah habis, yasudah perbincangan kami terputus. Aku jalan saja, bertemu mia,senyumnya hambar. Memasuki ruangan yang sangat besar , seperti ada acara musik. Eh, Aji DFL lewat di depanku.
Aku ditawarin majalah sama seseorang, harganya Rp 4500.Setelah itu aku muter-muter nawarin majalah, eh pas nawarin ke Aji DFL, dia langsung manggil namaku : Tria ya ?

FAKTA : 12 januari 2006, aku mulai bekerja di sora dan mulai mengenal Aji DFL, padahal sebelumnya aku tidak pernah bertemu dan berbincang sama sekali.

5 juni 2005, Minggu

Mimpi mencekam, sepertinya aku mempunyai kembaran, Aku dikubur hidup-hidup, dimasukan lubang, ditimbun ketanah. Kemudian aku terbangun jam 3 pagi lebih entah.
Aku tertidur lagi, bermimpi lagi seperti di depan rumahku dan sudah mempunyai bayi. Bayiku dibawa tetangga, aku kebingungan menelpon han, mia bilang dia juga dalam kesulitan, aku terbangun ternyata sudah shubuh.

17 juni 2005, Kamis

Bertemu dengan teman SMP, Indra, kami berbincang di depan rumah dan benahin tanaman-tanaman.

Ibu datang dan bilang kalo beliin baju baru buat aku. Pas aku coba, celananya kedodoran, ibu juga cerita lagi benci dengan seseorang, tapi ga jelas banget siapa orang itu.


18 juni 2005. Kamis

Bermimpi bapak meninggal, aku nangis terus, Dirumahku banyak orang, riuh, Ibu juga sedang rapuh dan sakit.

Aku seperti masuk dalam terowongan, Aku dikejar ular. Dimanapun aku berada ular berwarna biru ada di belakangku. Punggungku seperti bersinar.

Aku terbangun , punggungku sangat terasa sakit sekali.


1 juli 2005, Kamis
Aku masuk ke dalam tempat ibadah , disitu banyak orang yang berdoa berlawanan arah, sedang aku menghadap searah. Aku kebingungan terus keluar, ngambil sepeda. Aku naik sepeda, lihat langit , aku melihat banyak sekali bintang jatuh. Tiba-tiba aku teringat Edison. Kemudian ke wartel, tapi aku tidak jadi masuk. Soalnya wartelnya kayak toilet. Jadi aku tidak jadi menelpon. Aku malah ke warung mie, aku beli mie ayam, eh penjualnya asyik banget. Ya, malah baca-baca stiker yang tertempel di warung, salah satunya ada stiker hao-hao, aku baca lirih sekali, kemudian aku pergi.


10 juli 2005, Minggu

Nightmare, dirumahku seperti ada setan kecil yang aku bunuh, Tetangga depan rumahku datang. Aku sembunyi di kamar mandi , ketakutan. Aku keluar, seperti ada seorang pangeran kraton pakai beskap jawa datang kerumah.
Aku tertidur, seperti ada perempuan dengan wajah mengerikan di kamarku, perempuan itu memakai baju putih, aku berteriak keras memanggil –manggil Allah. Aku terbangun dan masih menyebut Allah. Seperti berada di alam sadar dan bawah sadar. Aku jadi takut, tidak bisa tidur lagi.



-Bersambung-

No comments: