3.3.10

Catatan menstruasi 1.1





Merah namanya aku bertengkar dengan ibuku mengenai pembalut yang cocok untukku, aku kemudian menggeliat menjadi semacam serigala di supermarket, menjadi seorang egois memilih pembalut dengan merek tertentu memasukkan dalam keranjang belanja ibu. Ibu menggerutu, gigi giginya seperti mengetuk ngetuk hatiku, risih aku mendengarnya. Aku pulang dengan pembalut kesukaanku, setelah itu perdebatan dimulai tentang bagaimanakah harus melenyapkan pembalut merah di menstruasi bulan pertamaku. Ibu berkata, aku harus menguburnya kedalam tanah, seperti orang mati.

No comments: