24.3.10

The Sweetest Thing of Camera Obscura @ LA Massive Oddsville , Yogyakarta 2010


21 Maret 2010, Minggu itu, di JEC.

Sebelum acara dimulai, bertemu dengan beberapa teman dan berbincang di depan JEC, tidak terlalu padat memang, Setelah menemani lelaki kesini kesitu, kami memutuskan untuk masuk ke dalam gedung JEC. Acara belum dimulai, Panggung gelap dan ada beberapa iklan diplay di video dekat panggung. Beberapa menit kemudian MC masuk, tapi entah saya tidak mendengar mereka berbincang apa, karena suara terlalu keras, saya memutuskan menjauh dari stage, acara dibuka, lelaki mendekat ke stage, karena dia ingin mengambil beberapa gambar, kami berpisah sementara, tapi tidak masalah bagi saya.

Penonton mulai mendekat, saya memutuskan ke belakang , dekat dengan kontrol suara, posisi saya berdiam membuat saya nyaman, karena tidak terlau padat dan cukup asyik untuk menikmati pertunjukan.

Tepuk tangan riuh, shaggy dog membuka acara dengan lagu yang membuat riang, para doggies pun berdansa.Entah ya, karena saya tidak mengerti tentang sound atau apa, tetapi saya merasakan suara malam itu begitu keras, saya menyeimbangkan telinga dengan gerakan tangan menekan daun telinga kedalam, saya pun masih mendengar lagu-lagu shaggy dog, seimbang dan asyik dengan beberapa trik yang saya lakukan. Shaggy dog menyanyikan beberapa lagu dari album bersinar dan campuran beberapa lagu lama. Performance mereka pun seru hingga membuat kaum expatriat di depan saya berdansa tak kalah serunya.

MC masuk lagi, menyapa penonton, tapi lagi-lagi saya merasakan suara kedua MCtersebut tidak seimbang, saya memutuskan mundur lagi, dan sampailah mereka mengajak penonton untuk berteriak : CAMERA OBSCURA.

Panggung gelap, musik dari sponsor pun diplay, dag dig dug, deg-deg-degan menunggu camera obscura bermain di stage. Ah menunggu mereka beraksi terasa lama sekali, musik sponsor diplay lagi, menambah dag dig dug saja.

Riuh, tepuk tangan mengalir terjadi begitu saja, beberapa personel masuk ke stage. Camera obscura membuka set dengan lagu Come back Margaret yang langsung disambut meriah penonton. Come back Margaret he wants to adore you, Come back Margaret I’d like to explore you”, Tracyanne beberapa kali memberi isyarat entah ke siapa, seperti ada masalah dengan gitarnya. Saya pun mendengarnya belum begitu enak di telinga, saya menengok ke belakang , sound engineer camera obscura seperti sedang bermasalah juga, tetapi secara detailnya saya tidak tahu masalah apa, sound engineer sempat membenarkan beberapa kabel di dekatnya.

Tracyanne menyapa penonton, dan mengganti gitarnya , lagu kedua “tears for affairs” ,kemudian “teenager” dan “french navy”. Di lagu “french navy” yang menghentak dan menggoda, tanpa tersadar saya pun ikut sing a long.
Disusul lagu energik “Honey in the sun”, musik ceria ala skotlandia yang tak kuasa membuat kaki saya bergerak sendiri, menikmati. Dan “James” pun juga dinyanyikan, lagu ini masuk di album My maudlin career.

Walaupun JEC tidak penuh, tetapi penonton yang datang di JEC malam itu sungguh asyik bernyanyi bersama menyanyikan lagu-lagu Camera obscura. Camera obsura pun cukup cantik membawakan beberapa lagu lama seperti Lloyd, I'm Ready to Be Heartbroken, if looks could kill, let’s get out of this country.

Setelah lagu Let’s get out of this country, Tracyanne bilang kalo camera obscura akan membawakan lagu terakhir, dan penonton pun terlihat sedih dan terdengar seperti menggerutu pelan. Malam itu terasa begitu cepat, mereka pun menutup pertunjukkan malam itu dengan lagu razzle dazzle rose. Ucapan terima kasih, Lambaian tangan dan anggukan dari personel camera obscura menjadi sapaan terakhir bagi penggemar camera obscura.

Lalu yang terjadi kemudian adalah penggemar camera obscura keluar dari JEC, dan tidak sabar untuk mengikuti meet n’ greet di depan JEC. Mereka pun mengantri, ada yang sudah membawa CD, T-shirt, bag yang siap ditandatangani. Dengan senyuman lelaki menghampiri saya dan memberikan set list camera obscura yang dia dapat di stage. Saya berada di antrian terakhir, tapi sangat mengesankan. Setelah antrian bubar, bang felix dass memberi kode saya untuk masuk ke dekat ruang istirahat camera obscura. OH YES , akhirnya saya berhasil merekam greeting (u/ soloradio) dari gavin dan kenny camera obscura . Pulang dengan bibir mengembang, rasanya senang .


Terima kasih yang besar untuk mas dimas vox yang baik, mbak sita, kak auf & wandan, mas marselinus & ayu, dito’DAB”,arkham, mbak eka, bang felix dass, satria ramadhan and my “lelaki”.

"Nak, kakek suka energi jiwamu "


Selasa siang , aku mendapat pesan dari seorang teman yang menanyakan tentang kertas origami, Maka sebelum aku menuju ke rumahnya, aku berinisiatif untuk membeli kertas origami di toko alat tulis siswa slamet riyadi , daerah purwosari. Tetapi ternyata tokonya tutup. Aku pun berbalik arah menyusuri jalan slamet riyadi , sebelum perempatan "rumah lowo" sebelah kiri jalan ternyata ada toko alat tulis dan alat listrik, aku di depan toko sebentar mengamati lemari kaca berisi alat listrik, aku jadi ragu apakah benar ini toko alat tulis juga seperti tertulis di depan ?lalu datanglah seorang kakek berwajah oriental, diwarnai putih rambutnya, berkacamata, dan tentu saja senyum hangat, kakek itu mendekatiku


Aku : ada origami ?

kakek itu : Apa dek ? (tangannya menempel ke telinga, seperti isyarat agar aku berkata lebih keras)

Aku : mmm apakah disini jual kertas origami ?
Kakek itu : kertas origami ? kata- origami seperti dari jepang
Aku : maksud saya, kertas lipat , biasanya untuk origami, iyah kek origami itu dari jepang.

Kakek itu : oh ya ya ya ,sebentar ya.. (kemudian kakek kebelakang menghilang)

Beberapa menit kemudian kakek itu membawa tumpukan kertas lipat origami

Kakek itu : silahkan pilih


Aku : iya, terima kasih kek (kemudian aku memilah-milah kertas lipat)
Kakek itu : Nak, kakek suka energi jiwamu.


Aku : (aku kaget dan diam entah mau ngomong apa, aku pun tersenyum)
Kakek itu : (tersenyum)



Aku pun sudah menemukan kertas lipat terbaik menurutku dan membayar ke kakek itu, sebelum memasukkan kertas lipat ke tas, kakek itu bertanya lagi .

Kakek itu : kenapa memilih kertas lipat itu?


Aku : Karena ada kertas lipat warnanya merah magenta.


aku tersenyum , kakek itu juga tersenyum, kami berbincang tanpa tahu nama, no telpon, alamat, tanpa tahu identitas apapun, tapi aku merasa damai . itu saja.

Solo, 23 Maret 2010

19.3.10

Labirin mimpi 2005, EPISODE 1


Aku mempunyai buku kecil yang aku letakkan di samping tempat tidur. Sejak kecil aku mempunyai kebiasaan menulis mimpi di buku kecil itu, terkadang menggambar saja, terkadang menulis beberapa kata kunci saja. Entah ya, aku semacam membaca beberapa pola dari mimpi-mimpi ini. Ini adalah beberapa catatan mimpi di tahun 2005, di tahun ini aku mempunyai banyak sekali buku labirin mimpi, karena setiap hari hampir bermimpi. Labirin mimpi 2005, have a mimpi indah


24 Mei 2005, selasa
Seperti berada di acara asing, aku bertemu teman-teman SMA, ketika turun tangga , tiba-tiba aja ketemu Desta dan boncu ketawa-ketiwi, Desta pakai baju merah, boncu rambutnya masih kriwil.

25 mei 2005, rabu
Aku nelpon han, eh mailbox, katanya dia mau istirahat, kecapekan. Soalnya besok dia mau shooting di sukoharjo. Kemudian ada petir menyambar, aku membayar telpon di wartel. Datanglah mbak arni , dia membeli obat nyamuk tanpa korek api.

Keluar dari toko, pas aku mau naik sepeda , melihat langit –langit atas , ada bayangan gedung-gedung seperti di kota Jakarta. Tiba-tiba saja seperti di lautan kering, lautan pasir, aku bermain sama anak-anak, aku akrab dengan salah satu anak perempuan. Pas aku Tanya, nama dia “iveb”, Kami sempat berkeinginan ke tempat berlubang, tapi banyak yang mengingatkan. Aku melihat pigura, didalamnya ada gambar kuning berupa tangan yang sangat aneh.

Bayangan gelap

Aku bertemu Edison pas kenaikan kelas, dipapan pengumuman tertulis 8684.

Berlari-lari , pulang, Menyambut kakakku pulang. Dia pulang bersama bule cantik.Ada upacara pernikahan di depan rumahku, banyak orang melingkar dan menari di depan rumahku. Sedang aku kebingungan, kemudian aku masuk rumah.


26 Mei 2005, kamis
Aku dapat kabar kalo yoshi hilang, ada seseorang yang menyuruhku mencari yoshi di sebuah perempatan. Banyak sekali bis-bis lewat, Aku bertanya kepada lelaki berpakaian putih-putih dia bilang yoshi pergi sama andri, dia bilang kepadaku kalau yoshi berada di sebuah angkutan. Aku bertanya ke semua penumpang, tetapi tidak ada jawaban. Diam.

Ada perempuan mendekat , dia mengaku menjadi yoshi. Tapi aku tak percaya, kami bertengkar , kemudian ada anak jalanan datang melerai kami.

27 Mei 2005, jum’at
Aku tersesat di suatu daerah, rumah-rumah berhimpitan, Aku mencari jalan, melalui upacara pernikahan dan bertanya pada salah satu orang asing disana. Kemudian dia memberi arah jalan kepadaku , tapi aku masih bingung.

Temanku widhie memboncengkan aku, dia berhenti di sebuah rumah, sosok perempuan itu keluar rumah, ibu uke guru yogaku bertanya : “ kok sekarang jarang datang?”.


29 Mei 2005, Minggu
Aku disuatu tempat yang mengadakan acara seni, salah satu puisiku dibacain , ada beberapa kata yang tergiang : “ Bukan aku yang membunuh, tapi dia..”,
Aku mendengar tepuk tangan riuh
Seperti ada arus melingkar, aku masuk kedalamnya, aku bertemu dengan mbak lamia, tapi dia sibuk merapikan kain. Aku kemudian membongkar hapenya, angka-angka terbang berhamburan.
Ada lelaki datang menawarkan berbagai macam baju dan celana, yang paling aku ingat adalah celana pendek warna kuning. Kemudian aku terjatuh, koin warna emas senilai Rp 500 aku genggam. Koin ini ukurannya tiba-tiba menjadi lebih besar.
Tiba-tiba aku disebuah bis bernama ATMO, aku hamper terjatuh, kepalaku sudah keluar dari bis. Untung aja bisa masuk lagi, Tapi aku baru teringat TAku ketinggalan dirumah. Padahal aku mau konsultasi dengan dosen , akhirnya aku corat-coret judul dan sedikit uraian per BAB.

FAKTA : keesokan harinya, aku ke kampus dan mendapat kabar kalau dosen pembimbingku keluar kota selama 2 minggu. Konsultasi TA ku jadi terhambat.

30 Mei 2005, Senin
Seperti kembali ke masa-masa SMA, berebut tempat duduk. Aku duduk dengan tubuh seorang lelaki, kemudian aku ijin keluar untuk berdoa, Aku keluar tetapi seperti suasana kampus sekarang.

Banyak partikel-partikel yang terbang, Aku bersama adekku di dalam bis. Bis berjalan sangat cepat, aku pusing, melihat gadis dimasukin lemari kaca . Gadis itu dimasukkan bersama kerangka manusia, tiba-tiba air masuk sedikit demi sedikit.

Aku bangun teriak, tidur lagi.

Seperti di belakang kampus, menunggu bis sendiri. Di seberang jalan, aku melihat han tertawa keras, dia memakai baju hitam .


31 Mei 2005, Selasa

Aku bertengkar dengan monyet, terus aku mencoba masukin monyet itu ke mobil. Tiba-tiba aku melihat kucing kurus, tubuhnya berdarah, kucing itu jalan terus, meninggalkan aku sendiri.


1 juni 2005, Rabu
Seperti di rumahnya Aji, naik ke lantai 2, disitu ada 2 komputer. Kami berbincang saling belajar, disampingku ada anak kecil.

Menelpon han pakai telpon koin , tidak seperti biasanya kami berbincang serius, han minta ijin bentar. Padahal koinku sudah habis, yasudah perbincangan kami terputus. Aku jalan saja, bertemu mia,senyumnya hambar. Memasuki ruangan yang sangat besar , seperti ada acara musik. Eh, Aji DFL lewat di depanku.
Aku ditawarin majalah sama seseorang, harganya Rp 4500.Setelah itu aku muter-muter nawarin majalah, eh pas nawarin ke Aji DFL, dia langsung manggil namaku : Tria ya ?

FAKTA : 12 januari 2006, aku mulai bekerja di sora dan mulai mengenal Aji DFL, padahal sebelumnya aku tidak pernah bertemu dan berbincang sama sekali.

5 juni 2005, Minggu

Mimpi mencekam, sepertinya aku mempunyai kembaran, Aku dikubur hidup-hidup, dimasukan lubang, ditimbun ketanah. Kemudian aku terbangun jam 3 pagi lebih entah.
Aku tertidur lagi, bermimpi lagi seperti di depan rumahku dan sudah mempunyai bayi. Bayiku dibawa tetangga, aku kebingungan menelpon han, mia bilang dia juga dalam kesulitan, aku terbangun ternyata sudah shubuh.

17 juni 2005, Kamis

Bertemu dengan teman SMP, Indra, kami berbincang di depan rumah dan benahin tanaman-tanaman.

Ibu datang dan bilang kalo beliin baju baru buat aku. Pas aku coba, celananya kedodoran, ibu juga cerita lagi benci dengan seseorang, tapi ga jelas banget siapa orang itu.


18 juni 2005. Kamis

Bermimpi bapak meninggal, aku nangis terus, Dirumahku banyak orang, riuh, Ibu juga sedang rapuh dan sakit.

Aku seperti masuk dalam terowongan, Aku dikejar ular. Dimanapun aku berada ular berwarna biru ada di belakangku. Punggungku seperti bersinar.

Aku terbangun , punggungku sangat terasa sakit sekali.


1 juli 2005, Kamis
Aku masuk ke dalam tempat ibadah , disitu banyak orang yang berdoa berlawanan arah, sedang aku menghadap searah. Aku kebingungan terus keluar, ngambil sepeda. Aku naik sepeda, lihat langit , aku melihat banyak sekali bintang jatuh. Tiba-tiba aku teringat Edison. Kemudian ke wartel, tapi aku tidak jadi masuk. Soalnya wartelnya kayak toilet. Jadi aku tidak jadi menelpon. Aku malah ke warung mie, aku beli mie ayam, eh penjualnya asyik banget. Ya, malah baca-baca stiker yang tertempel di warung, salah satunya ada stiker hao-hao, aku baca lirih sekali, kemudian aku pergi.


10 juli 2005, Minggu

Nightmare, dirumahku seperti ada setan kecil yang aku bunuh, Tetangga depan rumahku datang. Aku sembunyi di kamar mandi , ketakutan. Aku keluar, seperti ada seorang pangeran kraton pakai beskap jawa datang kerumah.
Aku tertidur, seperti ada perempuan dengan wajah mengerikan di kamarku, perempuan itu memakai baju putih, aku berteriak keras memanggil –manggil Allah. Aku terbangun dan masih menyebut Allah. Seperti berada di alam sadar dan bawah sadar. Aku jadi takut, tidak bisa tidur lagi.



-Bersambung-

18.3.10

Karena kau pelupa, maka aku memberi kado untukmu : CATATAN PELUPA


Kemarin kau bilang "dua puluh satu" serasa sudah tua, maka aku bilang kau adalah ajizcute . Dan engkau pun marah, tapi aku tidak gundah. Aku menghilangkan resah. 16 Maret 2010.


ini adalah kado untukmu http://catatanpelupa.blogspot.com/, agar kau tidak lupa melulu. Selamat memperingati hari lahir, semoga berbahagia dan semua makhluk berbahagia. Salam.

TRia Nin


PS : Dalam keadaan jenuh , capek, bosan seperti ini , aku kangen kamu. Ah, tadi baca diary malah jadi sedih. Pilihannya ada dua , opsi pertama bermain bersamamu disini, opsi kedua, aku ingin sendiri saja. Opsi pertama tidak mungkin terjadi, maka aku pilih opsi kedua.

3.3.10

catatan menstruasi 1.3

            pic


Saya akan memulainya dengan warna merah.Hari ini adalah hari kedua saya menstruasi.Pagi ini biasa saja, bangun siang dan ragu ragu mempersiapkan akan datang atau tidak ke acara pernikahan teman.Dan masih seperti biasanya juga, saya harus masuk kerja dan bersenang-senang.Sebelum berangkat kerja, Ibu memasukan kotak makanan bertutup merah saya ke dalam tas. Jadi saya tidak tahu isi makanan di dalam kotak makanan saya.Ritual ini terjadi sudah puluhan tahun.Ketika saya TK,SD, SMP, SMA, kuliah, kerja Ibu tidak bosan menyiapkan kotak makanan untuk saya.Pernah ketika kelas satu SMP,tubuh saya demam panas, perut sangat sakit dan ketakutan melihat darah merah keluar dari tubuh saya.Saya hanya menebak-nebak saja, apakah ini menstruasi seperti yang digambarkan guru SD dalam pelajaran IPA.Kemudian saya bercerita ke Ibu. Ibu bilang saya sudah dewasa.Saya membaca raut wajah ibu dan meminta satu keinginan, jika saya sudah dewasa, saya tidak mau kotak makanan ada dalam tas saya, saya tidak mau dianggap seperti anak sd yang harus membawa bekal. Ibu tersenyum, meyakinkan saya, bekal makanan tidak selalu menunjukan bahwa saya masih kecil. Kebiasaan ini diitanamkan ibu karena saya harus berhemat. Mata sembab dan saya berkata lirih, menstruasi juga tidak selalu menunjukkan bahwa seorang gadis telah dewasa.Ibu diam kemudian mengambil satu bungkus pembalut dari lemari.Dia meminta saya untuk memakainya.Rasanya tidak begitu nyaman.Awalnya memang perih.Dan sekarang pun sudah terbiasa, 13 tahun menstruasi dengan beragam cerita, beragam suasana dan mood berputar.Saya pun menyadarinya.



17 Mei 2009

catatan menstruasi 1.2

    pic


Duduk mendekap, tubuhku bau tubuhku, resap-resap di dalam, aku berdoa berkali-kali. Mereka menuding nuding dengan kepalan. Tubuh merah tak cerah, katanya. Peduli apa aku, aku duduk diam di belakang rumah, merapal tubuhku sendiri. Berdoa lelap dalam tubuh merah , setelah perjamuan asap dapur ibuku.

Catatan menstruasi 1.1





Merah namanya aku bertengkar dengan ibuku mengenai pembalut yang cocok untukku, aku kemudian menggeliat menjadi semacam serigala di supermarket, menjadi seorang egois memilih pembalut dengan merek tertentu memasukkan dalam keranjang belanja ibu. Ibu menggerutu, gigi giginya seperti mengetuk ngetuk hatiku, risih aku mendengarnya. Aku pulang dengan pembalut kesukaanku, setelah itu perdebatan dimulai tentang bagaimanakah harus melenyapkan pembalut merah di menstruasi bulan pertamaku. Ibu berkata, aku harus menguburnya kedalam tanah, seperti orang mati.