15.1.10

Kamera (ingin) menjadi aku, aku (ingin) menjadi kamera.

artwork by Ign Ade
Lihat, duniaku menjadi gerakan yang semakin asyik aku gerakan. Semacam ada pembauran angka-angka. Aku tidak menggali, berdiri menjadi satu. Dengan segala hal yang menjadi tubuh-tubuh berjalan disekitarku.
Ada energi lampau yang datang menguak. Hey saat aku mulai menjadi bagian lucu dalm hidupku, aku merayu, bualan-bualan datang dengan lantang. Siapa kamu ? Menghardik kedatangan yang menyimpan beberapa resapan di lipatan buku.Diam-diam aku menguap, melakukan pertanyaan yang amat tidak hebat. Tetapi kenapa kita harus menjadi hebat ?
Konsep-konsep menjadi sampah dalam detik, waktu berlalu semacam pemabuk. Aku mengganti , mengunci kalender, membalikkan jam tangan menjadi bisu. Kau mulai merangkak hebat, aku tidak tahu apa hebat. Ini dia tentang jalan-jalan, genggaman tangan, kameraku mulai menitikkan air mata.

Tetes keluar, aku keluar, meluapkan perbincangan dengan kamera.

Kamera lahir dalam tubuhku, di suatu hari, ditumpukan hadiah dari tuhan. Lalu aku mulai melakukan perbincangan dengan kamera. Perbincangan tentang senyuman, titik titik mata, aku menangkap kerlipan cahaya. Oh ya kita jalan-jalan.Mataku menjadi mata-mata, kamera melayang, menampar pikiranku.

Aku mulai teringat peraturan kamera-kamera. Aku tak peduli peraturan-peraturan itu. Lihat beberapa mengendap, aku tidak berusaha untuk menangkap dengan peraturan-peraturan kamera. Kau tahu? kamera mengembang senyum.

Lalu kita bergandengan tangan, jalan-jalan merasakan perbincangan mata kamera dengan energi yang menyerap gerak semesta. Sesuatu itu yang menempel dalam tubuhku, seperti kamera-kamera yang berjejer di etalase toko, terbungkam. Lalu meledak, lalu berputar dari tangan satu ke tangan lainnya.

Kulitku menangkap gambaran-gambaran cuaca, kamera menangkap gambaran-gambaran cuacaku. Mataku menyimpan bermacam bahasa, kamera meluap berbahasa dengan tubuhku.Aku bersenandung la la la la , kamera menangkap membisikkan ruang gambar aku ber la la la.Perjanjian -perjanjian terulang berulang kali dalam tubuh-tubuh kamera, dalam tubuhku kamera.


Tubuhku kamera, melewati luap tempatku. melewati semua. tubuh-tubuh kamera.

2 comments:

pucukmimpi said...

Selalu menyenangkan kita bisa menikmati moment yang kita pilih dari milyaran detik yang terjadi di hidup kita.. Karenanya kita dan kamera adalah sama..

Tria nin said...

hai paman melon, aku pinjem kameramu dong, ato paman memotret aku dengan kameramu, ato aku memotret paman dengan kameraku.hihihi :)