6.1.10

here's a greeting from your biggest fan : Happy Birthday, Dad, 'cause "You da man!"


januari-januariku terbangun dalam cuaca yang berbeda, dengan senyum hangat , melekat teringat wajah sendu ayah yang redam cuaca berbeda. Aku melangkah keluar menyusuri jalan dengan napas entah, jari-jariku meregang dengan tunjuk yang hangat. Lalu aku menerima segala perbedaan dalam januari yang berbeda setiap tahunnya. aku melangkah jalan, melepas topi lingkar dikepala. Aku tutupkan dada sesak, Lihat ayah : "dijalan-jalan yang sering kita lalui masih tersimpan jejak kaki mungil dan kaki kaki tegas, langkahmu". Aku berangka 7 tahun waktu itu, berjalan dengan penuh tanya tentang rumput-rumput yang membuat kaki geli, aku tersenyum sendiri.
Kartu-kartu yang tidak tersimpan rapi di lemari coklat ruang tamu, aku lekat hangat di atas jari-jari di januari pagi, aku teringat tentang kartu-kartu yang ayah kumpulkan, kartu joker, kartu pos dari sahabat, kartu ucapan bermacam-macam, kartu buatan sendiri yang kita gambari dengan pensil. Kartu-kartu berbau ayah, sendu aku merindu .
Kamus merah berwarna cerah darimu tergeletak di pinggir tidurku, aku buka berkali-kali, aku baca berkali-kali. Kamus merah cerah itu membuatku bermimpi untuk mengunjungi berbagai macam negara, situs situs , tempat-tempat asing yang aku yakini akan aku datangi dalam nyata duniaku. Ayah, kamus merah cerah itu membuat energiku bergairah menenun mimpi indah.
Aku melewati rumah lampau, teringat tentang senyumanmu membelikan satu bungkus rokok untuk kakak lelakiku yang ketahuan merokok di sudut ruang rumah kecil.Ayah diam dan meminta kakak untuk menghabiskan satu bungkus rokok dalam satu jam. Aku teringat wajah ceria ayah yang pertama kali mengajariku bermain dadu di suatu sore sepi bersama kedua saudara lelaki yang dini . Monopoli adalah mainan favorit yang membuat senyum kita mengembang. Aku duduk berjam-jam di sudut rumah kecil, aku melihatmu dari belakang. Ayah bersemedi, aku mendengar dag dig dug dan kecamuk pikiran ayah. Ayah, aku dibelakangmu.
Botol-botol mati di dapur mengingatkan ayah yang menyimpan anggur putih di dekat lemari makan, ketika usiaku 10 tahun aku bertanya tentang botol botol itu, ayah selalu bilang itu obat. Aku rekat,

sampai sekarang aku tidak mengelap sepeda miniku yang basah dari air hujan. ayah pernah bilang air itu akan mengering dengan sendirinya.Ayah aku rindu, hujan-hujanan di depan rumah. aku selalu ingat hujan serah di depan rumah itu.Untuk bapak , ayah, dad ..mari kita bermain main lagi. Senyumku mengembang, tangisanku kenang.



6-01-2010 : You're strong and smart and filled with love-A gift to me from up above, So here's a greeting from your biggest fan : Happy Birthday, Dad, 'cause "You da man!"

4 comments:

dinicakep kataibunya said...

great, ... bagus bangetss, tria..
selamat ultah untuk ayahnda..
jadi kangen sama bapakku juga..

Tria nin said...

terimakasih mbak dini
salam untuk bapaknya mbak dini yap
salam hangat :)

dino anderson said...

harusnya Ronan Keating buat lagu judulnya "Father and Daughter"

Tria nin said...

hihihi lucu juga bang dino
bang dino bikin aja :)